05 April 2025

Get In Touch

Festival Cokelat Banyuwangi, PTPN XII Dukung Potensi Tingkatkan Agrowisata dan UMKM

Bupati Ipuk dan Dirut PTPN XII Peni Siwi saat bertemu dalam Festival Cokelat Banyuwangi
Bupati Ipuk dan Dirut PTPN XII Peni Siwi saat bertemu dalam Festival Cokelat Banyuwangi

BANYUWANGI (Lenteratoday) -Direktur PTPN XII Peni Siwi menambakan, Festival Cokelat Glenmore merupakan pagelaran pesta rakyat. Festival ini hasil kolaborasi yang melibatkan Pemkab Banyuwangi, PTPN, dan masyarakat.

Peni memastikan PTPN akan mendukung program pengembangan wisata yang digagas pemerintah daerah.

"Apa saja yang bisa digali dari PTPN XII untuk membangkitkan pariwisata di Banyuwangi, kami siap mendukung. Ini untuk menumbuhkan ekonomi dan UMKM," kata Peni, dalam kesempatan yang sama.

Ia berharap, Festival Cokelat Banyuwangi yang digelar setiap tahun akan turut memajukan agrowisata di Banyuwangi.

Dalam kesempatan itu, juga dirilis paket wisata Glenbaru (Glenmore - Kalibaru). Trip yang menjual wisata yang ada di Kecamatan Glenmore dan Kalibaru. Pada masa penjajahan Belanda, lokasi ini adalah tempat favorit Belanda untuk bersantai sembari menikmati alamnya yang indah dan menyeruput coklat hangat dengan panorama Gunung Raung.

Para pengunjung akan diajak mengeksplorasi kebun kakao, menilik proses pengolahan biji kakao hingga menjadi cokelat, dan mencicip aneka produk hasil olahannya. Swkaligus juga mengelilingi kebun kopi yang terkenal di sana.

Doesoen Kakao yang dikelola PTPN XII memiliki luas lahan perkebunan sekitar 223 hektare untuk tanaman kakao edel. Produksinya tiap bulan sekitar 1-2 ton. Kakao diproses menjadi tiga kriteria dengan tingkatan mutu berbeda.

Mayoritas kakao dikirim ke luar negeri. Sebagian lagi dijual untuk memenuhi kebutuhan industri hilir di pasar dalam negeri. (Mok*)

Perkebunan kakao di Banyuwangi salah satunya menghasilkan kakao edel (Fine cocoa), salah satu varian kakao terbaik dan termahal di dunia.

Perkebunan kakao di Banyuwangi telah mengekspor kakao jenis itu ke berbagai negara di Eropa, seperti Swiss dan Belanda. Di Jawa Timur, kakao jenis ini hanya bisa ditemukan di Banyuwangi.

Dalam festival itu, Bupati Banyuwangi Ipuk dan rombongan juga mendatangi satu demi satu stan yang memamerkan hasil olahan cokelat. Mereka berlomba untuk menyajikan kuliner terbaik. (Mok*)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.