
PALANGKA RAYA (Lenteratoday) - Di tahun anggaran 2023, sebanyak 280 unit rumah tidak layak huni di Kota Palangka Raya, masuk dalam program bedah rumah.
Perencana Ahli Muda Bidang Kawasan Permukiman (Disperkimtan) Kota Palangka Raya, Bowo, menerangkan ada 19 kelurahan yang tersebar di lima kecamatan di Kota Palangka Raya yang mengajukan program rehab kepada pemerintah.
Dari total 1.218 rumah yang diajukan, sejumlah 280 unit yang disetujui masuk program bedah rumah tersebut. Sedangkan 938 unit rumah lainnya dinyatakan tidak lolos verifikasi.
"Usulan bedah rumah ini masuk dalam program bantuan stimulan perumahan swadaya dalam Penanganan Kemiskinan Ekstrem (PKE) dan stunting," ungkapnya Senin (13/3/2023).
Selanjutnya Bowo merinci, untuk Kecamatan Bukit Batu ada 68 unit, Kecamatan Pahandut 35 unit, Kecamatan Jekan Raya 95 unit, Kecamatan Sabangau 44, dan Kecamatan Rakumpit terdapat 38 unit.
Untuk bantuan bedah rumah tersebut, ia menjelaskan, pemerintah tidak memberikan bantuan dalam bentuk uang tunai secara langsung, melainkan dalam bentuk bahan bangunan dan upah tukang.
Ia menuturkan, Pemkot Palangka Raya memang tengah berupaya maksimal meningkatkan kualitas hunian masyarakat, salah satunya melalui program dan kegiatan kerja yang manfaatnya secara langsung dapat dirasakan oleh masyarakat.
Di akhir 2022, Bowo menambahkan, Pemkot Palangka Raya bersama Kodim 1016 dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) setempat, telah membedah tiga rumah warga yang tidak layak huni.
"Pembedahan dilakukan mulai dari awal, bangunan sebelumnya dirobohkan kemudian diganti dengan bangunan baru, tentunya konstruksi bangunan disesuaikan dengan kondisi yang ada di lapangan," pungkasnya.
Terpisah, Ketua Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, M. Hasan Busyairi, mengatakan program bedah rumah merupakan salah satu program prioritas."Tujuannya, dengan menyediakan rumah yang layak huni melalui program bedah rumah, menjadi salah satu agenda untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kurang mampu yang ada di wilayah setempat," papar Hasan.
Reporter : Novita /Editor: widyawati