
MALANG (Lenteratoday) -Gudang Bulog Malang mencatat adanya ketersediaan beras sebanyak 1.500 ton untuk mencukupi kebutuhan warga Malang Raya. Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Bulog Cabang Malang, Siane Dwi Agustina, menurutnya selain menyediakan stok beras, pihak Bulog Malang saat ini juga tengah dalam proses penggilingan bulir padi (gabah).
“Saat ini Bulog sedang proses penyelepan gabah beras yang tahun 2023, kalau stok saat ini Bulog tersedia 1.500 ton untuk Malang Raya,” ujar perempuan yang akrab dengan sapaan Siane tersebut, saat dikonfirmasi langsung oleh awak media, Kamis (16/3/2023).
Ditambahkannya, bahwa pemerintah pusat telah mentargetkan ketersediaan beras dari Bulog Malang sebanyak 30.000 ton. Jumlah tersebut menurut Siane dimampukan untuk mencukupi kebutuhan beras masyarakat Malang Raya, yakni Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu. Serta masyarakat yang berada dalam wilayah Kota/Kabupaten Pasuruan.
Lebih lanjut, terkait dengan pemenuhan kebutuhan beras menjelang puasa nanti. Siane juga mengaku bahwa Bulog Malang akan mengalokasikan bansos sebanyak 3.367 ton beras untuk warga Malang Raya.
Disisi lain, di wilayah Kabupaten Malang tepatnya di Desa Clumprit, Kecamatan Pagelaran, telah dilaksanakan panen raya pada Rabu (16/3/2023) kemarin. Dimana setidaknya telah dihasilkan sebanyak 2 ribu ton padi, dalam panen raya tersebut.
Namun Siane menyebutkan bahwa keterserapan beras yang masuk dalam Bulog Malang saat ini masih mencapai 50 ton. Oleh karena itu, pihaknya mengaku akan melakukan penyerapan setiap hari, terlebih pada wilayah Kabupaten Malang dan Kabupaten Pasuruan, yang selama ini menjadi potensi terbesar keterserapan beras dari petani.
Seiring ditetapkannya Harga Pembelian Pemerintah (HPP) baru oleh Badan Pangan Nasional. Siane berharap agar Perum Bulog cabang Malang dapat menyerap sebanyak-banyaknya beras dari para petani di Malang Raya, sehingga dapat semakin optimal dalam mencukupi serta menyalurkan kebutuhan beras masyarakat.
“Kalau sesuai HPP, maka Gabah Kering Giling (GKG) di penggilingan Rp 6.200 kalau GKG di Gudang Bulog Rp 6.300. Kalau Gabah Kering Panen (GKP) di petani itu Rp 5.000. Kalau di pasaran kan harga semakin tinggi. Mudah mudahan lah Bulog semakin banyak menyerap, sehingga bisa melayani kebutuhan masyarakat juga untuk menyalurkannya,” tukasnya.
Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH