03 April 2025

Get In Touch

Nyepi dan Ramadan Membentuk Pribadi Mulia bagi Bangsa dan Agama

Nyepi dan Ramadan Membentuk Pribadi Mulia bagi Bangsa dan Agama

Oleh: I Gede Alfian Septamiarsa, S.Sos, M.I.Kom*

ADA yang istimewa dalam peringatan hari besar tahun 2023. Pada Bulan Maret ini ada dua perayaan berdampingan yaitu Hari Raya Nyepi yang tepat diperingati tanggal 22 Maret 2023. Di hari yang sama umat Muslim juga mulai menjalankan tarawih yang pertama. Yang mana keseeko harinya, tanggal 23 Maret merupakan awal puasa 1 Ramadan 1444 H atau awal puasa Ramadhan 2023.

Dua ritual yang memiliki motivasi hampir sama. Yakni membentuk pribadi yang mulia dan memberi manfaat bagi sesama. Terutama bangsa dan Negara.

Dalam Perayaan Hari Raya Nyepi, umat Hindu melakukan pengendalian diri melalui Catur Brata Penyepian atau empat pantangan. Terdiri dari Amati Geni yang diartikan tidak boleh menggunakan atau menyalakan api, serta tidak mengobarkan nafsu diri.

Yang kedua yaitu Amati Karya, yaitu tidak melakukan kegiatan atau pekerjaan. Yang ketiga yaitu amati lelungan yang berarti tidak bepergian dan digantikan dengan mawas diri. Selanjutnya Amati Lelanguan yakni tidak mengobarkan kesenangan, hiburan, dan sejenisnya.

Melalui Catur Brata Penyepian, dapat mewujudkan suasana yang tenang. Dalam kondisi yang tenang pada Hari Raya Nyepi, Umat Hindu melakukan perenungan pada tiga hal yang biasa disebut Tri Kaya Parisudha atau tiga perilaku yang dimuliakan dan disucikan oleh setiap umat Hindu.

Konsep Tri Kaya Parisudha antara lain Kayika atau berbuat yang baik. Umat Hindu dapat menerapkan Kayika dengan saling menolong dan membantu sesama, tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum seperti mencuri, mengonsumsi minuman keras, memukul orang lain ataupun membunuh.

Selanjutnya, Wacika yang artinya berkata yang baik. Setiap manusia diharapkan untuk dapat berbicara dengan bahasa yang baik dan sopan, serta tidak bicara kasar ataupun kotor. Sebab apa yang kita katakan juga harus mengandung hal-hal yang benar dan tidak diperkenankan untuk berbohong ,agar senantiasa dipandang baik dan dipercaya oleh orang lain.

Manacika yang artinya berpikir yang bersih dan suci. Apabila pikiran kita baik dan positif, maka manusia juga bisa menghasilkan perilaku yang baik dan memiliki optimisme dalam menjalankan kesehariannya. Sedangkan manusia yang memiliki pikiran negatif, maka ia cenderung memandang hidup dengan buruk.

Dengan demikian ajaran Tri Kaya Parisudha tersebut dijadikan sebagai pedoman kehidupan manusia atau umat hindu guna mencapai kebahagiaan hidup lahir dan batin.

Setelah semua ritual dilewati, Umat Hindu melanjutkannya dengan Ngembak Geni. Biasanya, Umat Hindu merayakannya dengan sembahyang di Pura. Tapi banyak pula yang merayakannya dengan bersilaturahmi ke tetangga.

Tentu banyak harapan yang muncul setelah melakukan renungan dan refleksi diri. Umat Hindu mengharapkan pribadi yang bersih, suci lahir dan batin sehingga membawa mereka pada pribadi Dharma. Yakni pribadi yang memiliki jalan kehidupan berdasar kebenaran.

Pemerintah sendiri memiliki harapan besar pada peringatan Hari Raya Nyepi tahun ini. Tema yang diangkat adalah Melalui Dharma Agama dan Dharma Negara Kita Sukseskan Pesta Demokrasi Indonesia. Seperti kita tahu, 2023 merupakan tahun menjelang pelaksanaan pemilihan umum.

Integritas sangat dibutuhkan untuk menyukseskan agenda lima tahunan tersebut. Karena itu, pemerintah berharap Pribadi Dharma yang merupakan produk dari Catur Brata Penyepian bisa mendorong terwujudkan pesta demokrasi mendatang.

Selain Hari Raya Nyepi, bulan ini Umat Islam di dunia mulai menyambut datangnya bulan Ramadan. Bulan dimana umat Islam melaksanakan ibadah puasa. Dan Allah menjanjikan banyak pahala bagi setiap umat muslim yang menjalankan ibadah selama sebulan tersebut. Baik ibadah wajib maupun ibadah sunnah.

Namun, ada inti yang menjadi tujuan ibadah selama bulan Ramadan. Yakni menjadikan manusia yang beriman dan bertaqwa. Tahapan yang dilalui antara lain, pengendalian hawa nafsu. Utamanya nafsu duniawi. Karena itu, selama Ramadan, Umat Islam diimbau untuk instropeksi diri, meningkatkan intensitas ibadah, banyak bersedekah, beramal jariyah, dan beragam aktivitas lainnya.

Rangkaian ibadah ini ditutup dengan Hari Raya Idul Fitri. Yakni hari yang fitrah alias suci. Umat Islam dinilai telah melewati masa penggemblengan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan selama sebulan. Harapanya, terbentuk pribadi mulia dilandasi keimanan dan ketaqwaan yang kuat. Tentunya, sebagai manusia yang baik, yakni yang bermanfaatk bagi sekelilingnya.

Saya tidak bermaksud menyamakan sebuah prinsip. Namun, saya melihat dari motivasi ibadah yang tertuang pada perayaan Hari Raya Nyepi dan Bulan Ramadan. Yakni mewujudkan umat yang memiliki kepribadian baik pada sebuah kebenaran. Karena itu, saya menilai bulan ini memiliki nilai lebih yang luar biasa. Yakni momentum bagi Umat Hindu dan Umat Islam untuk menjalani ritual agamanya demi mewujudkan pribadi yang mulia.

Umat Hindu dan Umat Islam sejatinya merupakan mahluk sosial. Mereka tidak bisa lepas dari interaksi dengan sesama. Baik dalam lingkup masyarakat maupun pemerintahan. Dengan kata lain, pribadi umat memberi pengaruh besar pada tatanan kehidupan. Pribadi yang mulia secara otomatis akan mewujudkan interaksi sosial yang sehat.

Rasa saling menghormati dan menjaga kebersamaan akan dijunjung tinggi. Pola kehidupan yang sangat dibutuhkan bangsa dalam menguatkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena itu, saya yakin Nyepi dan Ramadan akan membentuk pribadi nulia bagi bangsa dan agama. Selamat Hari Raya Nyepi bagi Umat Hindu dan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa bagi Umat Muslim di Indonesia.

  • Pranata Humas Ahli Muda Biro Administrasi Pimpinan Setda Prov. Jatim
Share:

Punya insight tentang peristiwa terkini?

Jadikan tulisan Anda inspirasi untuk yang lain!
Klik disini untuk memulai!

Mulai Menulis
Lentera Today.
Lentera Today.