
MALANG (Lenteratoday) -Dalam triwulan awal di tahun 2023 ini, kunjungan wisatawan di Kampoeng Heritage Kajoetangan, Kota Malang, mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Ketua Kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Kampoeng Heritage Kajoetangan, Mila Kurniawati, menyampaikan, dengan semakin bangkitnya kunjungan wisatawan di wilayahnya, maka layanan paket wisata akan semakin dioptimalkan. Hal tersebut tak lain bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di salah satu ikon wisata Kota Malang ini.
“Kita nanti akan memaksimalkan di paket-paket wisata. Yang dikunjungi tidak hanya itu-itu saja, ada tour guidenya. Istilahnya mencegah jealousnya warga, karena kan pasti berhubungan dengan uang, apalagi kita potensinya milik masyarakat, jadi memang seyogianya harus kembali ke masyarakat,” ujar Mila, saat dikonfirmasi langsung oleh awak media, Rabu (5/4/2023).
Dengan pemaksimalan layanan paket wisata tersebut, Mila menambahkan, perlu adanya pengoptimalan di beberapa hal mulai dari pramuwisata, kemudian pembagian rute dan klaster per RW, serta pembagian rute pada UMKM warga secara bergilir.
“Jadi kalau ada paket wisata kan ada pembagiannya, misalnya dari RW ini sudah, oh berarti rute berikutnya ke RW yang lain, klaster yang lain yang sesuai dengan paketnya,” tambahnya.
Sebelumnya, Mila menyebutkan, sebanyak 1.200 wisatawan telah mengunjungi Kampoeng Heritage Kajoetangan selama bulan Maret 2023 ini. Jauh meningkat dari bulan-bulan sebelumnya yang hanya berkisar pada 500-600 wisatawan.
Kendati demikian, 1.200 orang tersebut masih didominasi oleh pengunjung regular dan bukan pengunjung dengan layanan paket wisata. Dalam hal ini ditegaskannya, penting untuk memaksimalkan paket wisata agar pendapatan masyarakat dapat lebih terjamin dan merata.

“Paling tinggi memang di bulan Maret 2023 kemarin itu bisa sampai 1.200 pengunjung. Jadi kalau regular per orang itu dikenakan tiket Rp 5 ribu. Sedangkan kalau paket wisata, misalnya sehari hanya menerima 100 orang, itu per orang bisa dikenakan Rp 100 ribu, dengan pelayanan dan fasilitas yang kita berikan. Jadi pemasukan yang masuk juga lebih banyak,” jelasnya.
Lebih lanjut, meskipun akan memaksimalkan layanan paket wisata, Mila mengaku akan tetap memberlakukan kunjungan yang bersifat regular pada wisatawan di Kampoeng Heritage Kajoetangan.
“Sebenarnya paket wisata itu sudah dari dulu, mulai awal kita buka. Tapi memang lebih banyak dari kedinasan daerah lain yang melakukan kunjungan. Jadi misalnya studi tiru, terus terkait percepatan, seperti itu,” serunya.
Diakhir, ketika disinggung daya tarik Kampoeng Heritage Kajoetangan. Mila menganalogikan kawasan tersebut bak museum berjalan yang dimiliki Kota Malang. Dimana para pengunjung dapat menikmati sekaligus belajar mengenai sejarah, arsitektur, bahkan hingga kehidupan sosial masyarakatnya.
“Jadi kalau Kayutangan ini kan cocoknya banyak edukasi, mau belajar sejarah bisa, arsitektur bisa, cukup lengkap. Jadi makanya kalau saya bisa menganalogikan Kayutangan ini sebagai museum hidup, mau belajar apapun termasuk sosial masyarakatnya, itu ada disini,” pungkasnya.
Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH