24 April 2025

Get In Touch

Penataan PKL, Perbaikan Trotoar dan Alun-Alun Jember Dimulai Akhir Bulan

Sejumlah rambu pengumuman tentang rencana perbaikan trotoar dan penataan PKL di Jember.
Sejumlah rambu pengumuman tentang rencana perbaikan trotoar dan penataan PKL di Jember.

JEMBER (Lenteratoday) - Pemerintah Kabupaten Jember bakal melakukan beberapa penataan dan perbaikan infrastruktur di kawasan kota. Salah satu yang menjadi sasaran adalah penataan pedagang kaki lima (PKL), perbaikan trotoar dan alun-alun Jember yang rencananya akan dimulai akhir bulan ini.

Untuk it, Pemkab Jember membuat rekayasa lalu lintas di sekitar Alun-alun Jember mulai 25 Mei hingga akhir Juli mendatang. Hal tersebut dilakukan lantaran adanya proses perbaikan pada sebagian ruas trotoar di Gajah Mada, mulai KFC hingga Jompo. Lalu, di ruas Sultan Agung, mulai Jompo hingga Masjid Al-Baitul Amien.

Tak hanya itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Rahman Anda menjelaskan akan ada perbaikan di Alun-alun Jember. "Kami memperbaiki jogging track dan trotoar. Lalu, sarana olahraga dengan memindah lapangan basket ke barat, menyatukan dengan lapangan voli, termasuk pembuatan panggung permanen," lanjutnya saat dimintai keterangan di Pemkab Jember pada Jumat (19/5/2023) pagi.

Untuk perbaikan alun-alun, lanjutnya, sudah masuk masa sanggah. Sementara itu, untuk perbaikan trotoar sudah kontrak. Tercatat, sebanyak Rp 7,2 M untuk perbaikan alun-alun dan sejumlah Rp 8 M untuk perbaikan trotoar. "Dari hasil pelelangan nilai itu bisa turun, nanti kita tunggu hasil kontraknya," jelasnya.

Lantas, saat perbaikan tersebut dilakukan, bagaimana nasib PKL di Alun-alun Jember? Plt. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Jember Edy Budi Susilo menyatakan bahwa pihaknya menyiapkan dua tempat, yakni di depan masjid jamik dan di sekitar SMKN 4 Jember.

"Ada sebanyak 248 PKL dengan tiga kategori, PKL makanan dan minuman, PKL mainan, dan kopi keliling," paparnya.

Sesegera mungkin, pihaknya akan mengatur para PKL agar dapat berjualan dengan tertib, tidak masuk badan jalan, dan menggangu lalu lintas.

Bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Jember, keduanya juga telah berencana untuk menata tempat parkir. "Misalnya, parkir di depan masjid, dipindahkan ke Jalan Sudarman. Jadi, di sana untuk PKL," ungkap pria yang juga menjabat jadi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Jember tersebut.

Dengan begitu, tak ada persoalan untuk arus jalan dan PKL bisa berjualan dengan lancar. (Mok*)

Reporter : PJ Moko | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.