HACKER yang dikenal dengan nama Bjorka kembali membuat heboh dunia maya dengan aksi peretasannya. Kali ini, ia diduga berhasil membobol dan menjual 34 juta data paspor orang Indonesia di dark web. Makin menyedihkan saat jutaan data berisi nama, nomor paspor, tanggal berlaku paspor, jenis kelamin, hingga tanggal berapa paspor tersebut diterbitkan dijual dengan harga murah. Di dark web banderolnya hanya 10.000 dollar AS atau sekitar Rp 150 juta. Keementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengaku telah melakukan koordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta Direktorat Jendral Imigrasi. Hasil sementara, ada perbedaan struktur data antara yang ada di Pusat Data Nasional dengan yang beredar. Tapi tampaknya pemerintah masih ragu karena penelusuran masih terus dilakukan. Sudah puluhan kali berbagai data warga Indonesia jatuh ke tangan peretas dan dijual bebas. Tanda tanya besar untuk keseriusan pemerintah memperkuat keamanan siber. BACA BERITA LEGKAP,KLIK DI SINI https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2023/07/06072023.pdf
[3d-flip-book id="145317" ][/3d-flip-book]https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2023/07/06072023.pdf">