
Beredar video ratusan orang berhasil memasuki GedungPutih, Washington, Amerika Serikat pada dini hari (Minggu, 31 Mei 2010). Videotersebut kemudian beredar ke grup-grup WhatsApp.Sejauh ini belum ada pernyataanapakah kabar bohong atau hoax.
Sebelumnya memang diberitakan, ratusan orang menggelaraksi demo untuk memprotes kematian George Floyd di tangan polisi yangmenangkapnya di Minneapolis. Aksi demo serupa telah meluas ke sejumlah kotadi AS.
Seperti dilansirkantor berita AFP, Sabtu(30/5/2020), para demonstran membawa tanda bertuliskan "Berhenti MembunuhKami" dan menyerukan keadilan untuk George Flyoid.
GeorgeFloyd meninggal pada Senin (25/5) malam waktu setempat saat ditangkap polisikarena dicurigai bertransaksi dengan menggunakan uang kertas palsu.
Sebuahvideo dari insiden tersebut memperlihatkan seorang petugas terus menekanlehernya dengan lutut saat dia terjepit di tanah. Floyd sempat mengucapkankata-kata 'Saya tak bisa bernapas' sebelum akhirnya meninggal.
Terpisah, Gubernur Minnesota, Tim Walz,Sabtu (30/5) menyerukan mobilisasi penuh Garda Nasiona untuk menghadapi apayang disebutnya kelompok "provokator" yang menunggangi parademonstran, yang terlibat dalam penjarahan, pembakaran dan aksi kekerasan laindi Minneapolis dan St. Paul.
Walz mengatakan dia sudah mendengar tentang kabar yang belumbisa dikonfirmasi bahwa kelompok supremasi kulit putih memanfaatkan situasi diMinneapolis untuk memicu lebih banyak kekacauan.
Gubernur mengisyaratkan bahwa kelompok penghasut dari luarnegara bagian itu, bertanggungjawab atas sebagian kekerasan, termasuk kelompoksupremasi kulit putih, anarkis dan orang-orang yang terasosiasi dengan kartelnarkoba.
Departemen Pertahanan mengatakan pihaknya siap menyediakanbantuan militer untuk membantu pihak berwenang yang kesulitan mengendalikankerusuhan di Minneapolis, di mana kematian George Floyd memicu protesbesar-besaran.
Namuntidak ada niat untuk mengirim pasukan federal, seperti polisi militer, kecualijika mereka diminta oleh Walz.
Juru bicara pemimpin Pentagon,Jonathan Rath Hoffman, kepada VOA mengatakan bahwa sebagai "upayaperencanaan yang bijaksana," beberapa unit militer telah disiagakan danbisa dikerahkan dalam waktu empat jam setelah diaktifkan (Ist-abh).