
Surabaya – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memilikibeberapa tim robot, salah satunya adalah tim Banyubramanta yang mengerjakanrobot – robot bawah air dan robot amfibi. Robot yang berhasil mereka buat cukuphebat, buktinya, mereka berhasil meraih Special Award kategori Open dalam ajangFirst Batu Underwater Robot Challenge di Batu, yang berakhir Minggu (13/10/2019)lalu.
“Jadi jika (tim) Barunastra hebat di atas permukaan air,harapannya kita (tim Banyubramanta) hebat di bawah permukaan air,” ungkap RezaMaliki Akbar, General Manager Tim Banyubramanta ITS. Dia juga menandakan bahwa tim ini memilikimisi untuk menciptakan teknologi robot yang dapat mengekplorasi dan menjagakekayaan alam bawah laut Indonesia ke depannya.
Meski baru terbentuk pada tahun 2018, Tim Banyubramanta ITS sudahmengukir beberapa prestasi dalam bidang robotika bawah air. Salah satunya,dalam ajang First Batu Underwater Challenge tersebut yang termasuk dalamrangkaian acara Batu Robotics Week. “Jadi ini ajang kedua yang kita ikuti,setelah sebelumnya kita masuk sepuluh besar pada Technogine 2019 gelaran Telkom University,”jelas Maliki.
Pada ajang gelaran kolaborasi dari Pemkot Batu, WonderfulIndonesia Robot Challenge, dan Jatim Park ini, Tim Banyubramanta mengirimkandua robot ROV (Remotely Operated Vehicle). Robot ini punya misi membawa objekberupa mur yang diibaratkan sebagai kargo dari satu titik tempat ke tempat yanglain dalam arena berbentuk huruf L. Robot ROV yang digunakan pun dikontrolmenggunakan wireless remote control dengan frekuensi 2.4 GHz oleh navigator.
Menurut Maliki, tantangan yang dalam lomba ini berupa persimpangantempat mur berada untuk diambil dan dipindahkan ke posisi selanjutnya. Selainitu, ada tantangan melewati bump obstacle berupa jalur yang diatur mengecilketinggiannya pada tempat awal dan akhir setelah ROV membawa muatan mur.

Penghargaan Special Award berasal dari desain ROV yangdibuat tim sendiri. Dalam pembuatan desain dilakukan perhitungan matang, mulaidari pemilihan motor hingga perlengkapan pendukung lainnya. Bahkan salah satuROV yang dikirim memiliki desain yang sangat besar namun bergerak stabil dibawah air. “Dari desain itulah juri terkesan kepada ROV kami dan memberikanpenghargaan ini,” cerita mahasiswa program Lintas Jalur Departemen TeknikFisika ITS ini.
Meski terlihat lancer, namun ternyata dalam mengikuti ajangini ada beberapa kendala diantaranya sempat sering berganti baterai DC pada robotkarena kurang memadai. Selain itu, ROV yang disiapkan juga sering dilakukantrial and error dalam penambahan beban robot. “Bagian ini yang memakan waktu,namun akhirnya kami berhasil menjadikan robot kami stabil,” jelas mahasiswaangkatan 2017 ini. (ufi)