SAAT rusuh Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) belum teratasi, saling silang pernyataan malah antar pejabat negara menggambarkan ironi. Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajaran pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun aparat keamanan dapat menyelesaikan setiap permasalahan pembangunan dengan cepat dan tepat. Termasuk kericuhan di Pulau Rempang yang dinilai Jokowi akibat tak tepatnya komunikasi. Bak memperlihatkan kekesalannya, Jokowi pun berucap, “Masak urusan begitu harus sampai presiden?” Di sisi lain, Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad membantah tudingan buruknya komunikasi. Ansar menilai, konflik yang terjadi sebenarnya karena pihaknya belum menemukan cara yang tepat untuk merelokasi warga. Sementara Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, yang ditunjuk kepala negara menyelesaikan gaduh tersebut memiliki pandangan berbeda. Bahlil menyinggung pihak asing yang tidak senang dengan proyek Rempang Eco City yang akan dibangun oleh Xinyi Group asal China. Diketahui mereka berencana mendirikan pabrik kaca terbesar kedua di dunia di Batam. Nah lho! BACA BERITA LENGKAP, KLIK DI SINI https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2023/09/14092023.pdf
[3d-flip-book id="153012" ][/3d-flip-book]https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2023/09/14092023.pdf">