05 April 2025

Get In Touch

Dua Rekannya Dipecat Akibat Dorong Lansia, 57 Polisi di New York Ikutan Mundur

Ilustrasi polisi NYPD (Shutterstock)
Ilustrasi polisi NYPD (Shutterstock)

Seluruh pasukan polisi tim Tanggap Darurat Buffalo,New York, Amerika Serikat mengundurkan diri.

Tindakan itu sebagai aksi protes setelah dua rekan merekadipecat karena mendorong seorang pria berusia 75 tahun ke trotoar.

Sebanyak 57 petugas keluar dari tugas tanggap darurat mereka diDepartemen Kepolisian Buffalo, New York, bagian utara Jumat siang sebagaiprotes atas pemecatan Aaron Torgalski dan Robert McCabe tanpa bayaran.Torgalski dan McCabe didakwa dengan penyerangan tingkat dua pada Sabtu kemarin,muncul di depan pengadilan, dan sejak itu dibebaskan dengan jaminan.

"Lima puluh tujuh mengundurkan diridengan jijik karena perlakuan terhadap dua anggota mereka, yang hanyamelaksanakan perintah," kata Presiden Asosiasi Kepolisian Buffalo JohnEvans seperti dikutip dari Metro, Minggu (7/6/2020).

Sejak itu muncul bahwa para petugas tersebut telahmengundurkan diri dari unit gawat darurat, tetapi bukan dari departemenkepolisian itu sendiri.

Pengunduran diri massal terjadi beberapa jam setelah muncul rekaman yangmenunjukkan dua polisi yang terkena skandal mendorong Martin Gugino kelempengan beton di luar Balai Kota Buffalo pada Kamis malam.

Dorongan itu menyebabkan Gugino terluka di kepalanya,dengan pengunjuk rasa lanjut usia itu masih dirawat di rumah saki karenamenderita luka yang parah. Kedua polisi itu sekarang juga menghadapipenyelidikan pidana.

Pihak kepolisian Buffalo kemudian memicu badai kebohongan berikutnyasetelah merilis pernyataan yang mengklaim Gugino telah melukai dirinya sendirisetelah 'tersandung', meskipun bukti video dengan jelas menunjukkan bahwa iatelah didorong.

Gubernur New York Andrew Cuomo meminta polisi yangterlibat untuk dipecat dan didakwa pada pengarahan harian virus Corona padahari Jumat setelah mengatakan rekaman itu membuatnya merasa mual.

"Saya sakit perut...rasanya sama dengan yang saya rasakan selama 90 malam terakhir ketika saya mendapat korban kematian karena virus Corona. Secara fisik saya sakit perut," katanya (Ist-abh).

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.