MK Ditandai ‘Mahkamah Keluarga’ di Google Maps, Candaan atau Penghinaan? (Koran Kamis,26/10/2023)
MEDIA sosial diramaikan oleh sejumlah tangkapan layar yang menunjukkan nama tag atau penanda lokasi di samping Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) di Google Maps bernama 'Mahkamah Keluarga'. MK yang diketuai Anwar Usman belakangan menjadi sorotan dan kritikan atas putusan soal usia Capres/Cawapres yang dinilai melanggengkan politik dinasti Jokowi. Apalagi secara resmi, Rabu (25/10/2023), Capres Prabowo berhasil menggandeng Gibran sebagai Cawapres untuk daftar ke KPU (Baca Hal.3), usai putusan MK memperbolehkan calon berusia di bawah 40 tahun asalkan pernah menjadi kepala daerah. Hingga berita ini diturunkan, MK masih melakukan pembahasan terkait tindakan resminya. Sementara, Google mengaku sudah menghapus tag dan memblokir pelaku pengeditan. Google menulis “Menambahkan informasi palsu, tidak akurat, atau menipu, tidak dapat diterima di Google Maps”. Diketahui, syarat Capres-cawapres yang termuat dalam Pasal 169 huruf q UU No.7 Tahun 2017 kembali digugat ke MK. Penggugatnya adalah Brahma Aryana seorang mahasiswa fakultas hukum Universitas Nahdlatul memohon batasan jelas untuk kepala daerah yaitu di level Gubernur. Drama belum berakhir. BACA BERITA LENGKAP, KLIK DI SINI https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2023/10/26102023.pdf
[3d-flip-book id="157291" ][/3d-flip-book]