
SURABAYA (Lenteratoday) -Alumni Sekolah Menengah Pertama (SMP) Mujahidin pada hari Ahad 12 November 2023 mengadakan Reuni Akbar ke-5 bertempat di Garden Palace Surabaya.
Sebanyak 300 alumni mulai dari tahun 1986 sampai dengan 1990 memberi tema reuni itu "Kebersamaan Dalam Kenangan". Tak hanya murid saja, panitia juga mengundang beberapa orang guru yang mengajar di jamannya.
Tentu saja suasana menjadi semakin haru, terutama ketika alumni memberikan tali asih kepada guru-guru yang pernah mengajar pada periode tahun-tahun tersebut.
Para alumni sendiri saat ini tersebar di seluruh pelosok tanah air. Ada yang menjadi pengacara di Jakarta. Ada alumni yang berkiprah di arena politik, bahkan menjabat Ketua Dewan Perwakilan Wilayah salah satu parpol. Tak ketinggalan pula diantaranya mengabdi sebagai tantara berpangkat Brigadir Jenderal.
Ketua panitia alumni Ully Puji Hartati dalam kesempatan itu menyampaikan rasa syukur. Di Tengah kesibukan masing-masing alumni masih meluangkan waktu untuk hadir bersilaturahim.
Sementara itu, Imam Nuhkan salah seorang guru senior berpesan kepada alumni agar selalu berbuat baik, tetap semangat dan tidak lupa istiqomah dalam melakukan ibadah.
Ratusan alumni berbaur, bercengkerama mengobati kerinduan. Sudah lama mereka terpisah oleh jarak dan waktu.

Sekilas
SMP MUJAHIDIN adalah sebuah sekolah berbasis agama Islam yang berada di jalan Perak Barat 275 Surabaya. Yang mendorong para pendiri yayasan adalah minimnya sarana ibadah dan dakwah di kawasan pelabuhan Tanjung Perak.
Pada tanggal 17 Agustus 1954 dimulai pembangunanya. Dalam rentang waktu 3 tahun dan atas saran KH Abd Ghofar Ismail pada waktu itu, masjid tersebut dinamakan Mujahidin
Setelah masjid berdiri, kegiatan sholat jamaah dan dakwah dimulai lalu pemikiran berkembang agar masjid lebih bermanfaat maka didirikan lembaga pendidikan dimulai dari TK tahun 1962, SD tahun 1963 dan pada tahun 1964 berdiri SMP.
Yayasan pendidikan dan terus berkembang mendirikan Pendidikan Guru Agama 1969 lalu, kemudian SMA tahun 1978.
Untuk menunjang dakwah, dua tahun setelah masjid berdiri didirikan Radio siaran bernama Suara Mujahidin dan sampai sekarang di linglungan masjid dilengkapi mini market dan pujasera.
Di tahun 2002 telah dibuka Mujahidin 2 di Kandangan Benowo yang memiliki sekolah TK dan SD (*)
Penulis: Arief Kurniawan, alumni tahun 1988|Editor: Arifin BH