
TOKYO (Lenteratoday)- Bagi traveler yang berencana liburan ke Jepang tahun depan, ada syarat baru yang wajib dipenuhi. Pemerintahan Negeri Sakura menambahkan satu syarat yaitu tes tuberkulosis (TB/TBC).
Dilansir dari Asahi Shimbun Sabtu (18/11/2023), Menteri Kesehatan (Menkes) Jepang Keizo Takemi mengatakan akan melakukan tes TB/TBC pada turis dari 6 negara. Keenam negara tersebut adalah Indonesia, Filipina, Vietnam, Tiongkok, Nepal dan Myanmar.
Menurut data, banyak pasien TBC baru di Jepang yang berasal dari negara-negara tersebut. Pada tahun 2018, Kementerian sempat memutuskan untuk memperkenalkan tes TBC karena meningkatnya jumlah pasien TBC yang lahir di luar Jepang. Namun rencana tersebut tertunda.
"Kami sedang melakukan persiapan implementasi secepatnya. Kami berharap dapat memulainya pada tahun fiskal berikutnya," ucap Takemi.
Rencananya, tes ini akan diberikan pada turis yang akan tinggal lebih dari tiga bulan. Turis akan diminta untuk melakukan tes TBC di institusi medis yang ditunjuk oleh pemerintah Jepang sebelum melakukan perjalanan ke sana. Jika hasil tes positif, maka Jepang tidak akan mengeluarkan visa.
Menurut kementerian kesehatan, ada 10.235 pasien TBC baru di tahun 2022. Sebenarnya, sejak tahun 2021, jumlah kasus TBC sudah turun di bawah 10 per 100.000 penduduk. Ini sempat membuat Jepang sebagai negara endemis rendah untuk TBC menurut klasifikasi WHO.
Namun, peningkatan kembali terjadi dan 11,9 persen pasien berasal dari luar negeri. Kini Jepang ingin merebut kembali 'lebih sehat', sehingga turis-turis harus ikut aturan baru ini tahun depan.
Sumber:Asahi Shimbun,ist|Editor:widyawati