
JAKARTA (Lenteratoday) - Museum Nasional belum benar-benar pulih setelah kebakaran pada 16 September 2023. Museum tutup sampai akhir tahun. Untuk informasi pembukaan kembali, masih akan menunggu semua proses pemulihan selesai.
Tim Khusus Penanganan Unit Museum Nasional Indonesia (MNI) melaporkan informasi terbaru setelah kebakaran Munas. Per 1 November 2023, sudah ada 715 koleksi yang telah teridentifikasi, 712 di antaranya memasuki tahapan klasifikasi.
Benda-benda koleksi itu telah melalui empat tahapan pelaksanaan penyelamatan koleksi, yaitu evakuasi, identifikasi, klasifikasi, dan konservasi. Adapun, tahap akhir, yakni tahap konservasi, juga dibagi menjadi empat tahapan; observasi, sampling, analisis, dan remediasi. Setelah itu barulah dilakukan proses restorasi.
"Focus Group Discussion (FGD) bersama dengan para ahli telah dilakukan pada pertengahan bulan Oktober guna menghasilkan rekomendasi terkait penanganan pasca-klasifikasi, kebutuhan SDM dan keterlibatan para pihak yang dibutuhkan untuk penanganan di tahap selanjutnya, yaitu tahap restorasi," kata Ahmad Mahendra selaku Kepala Museum dan Cagar Budaya (MCB) dikutip Kamis (23/11/2023).
Berdasarkan hasil analisis dan rekomendasi yang didapatkan, terdapat 171 koleksi tergolong dalam klasifikasi berat. Koleksi itu membutuhkan proses remediasi secara cepat karena telah mengalami kontaminasi material.
Koleksi-koleksi yang terdampak berat ini adalah barang yang terbuat dari bahan besi dan tembaga.
Uji sampling gelombang pertama di Laboratorium Balai Konservasi Borobudur telah dilaksanakan bulan lalu, saat ini koleksi telah memasuki tahap uji sampling gelombang kedua. Sementara proses lainnya tetap dilakukan sesuai dengan jadwal dan kebutuhan pada rencana penanganan MNI.
"Setelah proses uji sampling dilakukan, kami rencananya akan kembali menggelar focus group discussion yang kedua bersama dengan para pihak dan ahli terlibat, untuk menghasilkan rekomendasi kebutuhan penanganan koleksi pada 2024. Koleksi apa saja, proses remediasi yang dibutuhkan, kapan dan oleh siapa dilakukan. Kami juga akan mengajak keterlibatan para ahli untuk menghasilkan rekomendasi yang tepat sasaran," ujar Mahendra.
MNI tidak akan beroperasi hingga akhir tahun ini. Hal ini diputuskan guna memfokuskan proses penanganan yang sedang berlangsung.
"Proses remediasi yang awalnya direncanakan untuk ditindak pada bulan Desember, saat ini sudah mulai dilaksanakan. Untuk itu, kami akan terus mengobservasi dan menganalisis seluruh kebutuhan penanganan dan penyelamatan di awal tahun 2024, agar proses ini dapat berjalan secara lancar dan aman, sehingga MNI beserta koleksinya dapat dijumpai kembali oleh publik," kata Mahendra.
Reporter: dya,rls/Editor: widyawati