05 April 2025

Get In Touch

Ini Komentar Anggota DPR RI Terhadap Mendikbud

Ini Komentar Anggota DPR RI Terhadap Mendikbud

Jakarta – Pengangkatan Nadiem Makarim sebagai MenteriPendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) baru oleh Presiden Joko Widodo membuka komentardan pertanyaan. Salah satunya dari Anggota DPR RI.

Anggota DPR RI Periode 2019-2024, Ferdiansyah, mengimbausegera dilakukannya hubungan dan kerja sama yang baik antara Pemerintah danpara pemangku kepentingan pada sektor pendidikan. Hal ini akibat dikembalikannyanomenklatur Pendidikan Tinggi (Dikti) ke Kemendikbud.

 “Saya hanyaberkomentar, mudah-mudahan Pak Menteri yang baru itu segera melakukankoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, sehingga dia bisa menjawabkebutuhan di masyarakat dengan keinginan Presiden,” kata Ferdi, sapaanakrabnya, usai menerima kunjungan mahasiswa Institut Pendidikan Indonesia (IPI)Garut di Ruang Rapat Komisi X DPR RI, Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta,Rabu (23/10/2019).

Penggabungan nomenklatur Pendidikan Tinggi ke dalamKemendikbud yang sebelumnya menyatu dengan Kementerian Riset, Teknologi danPendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) pada 2014 lalu, membuat sektor pendidikandari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Dasar, Menengah,hingga Pendidikan tinggi akan terkonsentrasi menjadi satu. Ferdi menilai halini bukannya akan berjalan tanpa hambatan.

Meski demikian, Ferdi mengatakan hambatan bisa diatasidengan kembali melakukan koordinasi. Menurutnya, hal tersebut sebagai bagianyang kerap kali mudah untuk dikatakan, namun ketika dilaksanakan sering menemuihambatan. “Saya punya keyakinan, ini bisa berjalan tapi jangan terlalu lama.Seandainya ada penyesuaian, kami minta pada Pemerintah penyesuaian selama 3-4bulan aja. Jangan lebih dari itu,” imbuhnya.

Ferdi menyayangkan meski sudah menjadi prioritas utama,agenda pendidikan vokasi masih belum mendapatkan perhatian di masyarakat.“Nampaknyaketika mengarah pada vokasi, pemahaman orang masih beda. Di masyarakat pendidikanvokasi tidak keren, pendidikan vokasi bukan sarjana, ini yang harus jugadiberikan karena imej masyarakat masih agak kurang pas mengenai pendidikanvokasi,” tandas Ferdi.

Untuk itu, legislator dapil Jawa Barat XI tersebutmenyarankan perlu adanya kampanye mengenai pendidikan vokasi guna meminimalisirkelemahan dan kekurangan yang saat ini belum optimal dijalankan olehpemerintah. “Padahal, untuk ke depannya dan saat ini sudah ada Sarjana Terapan,bahkan Profesor Terapan pun sudah ada, itu sebagai kebijakan DPR bersama Diktisaat itu,” tutup Ferdi. (ufi)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.