
MALANG (Lenteratoday) -Momen akhir tahun dan tahun baru, industri perhotelan di Kota Malang optimis okupansi hotel bakal mengalami peningkatan. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang, Agoes Basoeki, memperkirakan tingkat keterisian hotel pada akhir tahun nanti bisa mencapai 80 persen.
"Diperkirakan okupansi akhir tahun ini masih cukup baik, sebagaimana tahun kemarin. Mungkin bisa mencapai 80 persen atau bahkan lebih. Ada hotel yang kemungkinan akan penuh, namun ada juga yang hanya terisi sebagian saja," ujar Agoes, saat dikonfirmasi melalui sambungan selular, Sabtu (9/12/2023).
Agoes menjelaskan beberapa alasan mengapa target okupansi tidak ditetapkan lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Menurutnya faktor cuaca merupakan salah satu yang dapat memengaruhi keputusan wisatawan untuk merayakan liburan akhir tahun di Kota Malang. Pada saat ini tengah memasuki musim hujan.
"Selain itu, isu kenaikan kasus Covid-19 di luar negeri seperti di Singapura juga menjadi perhatian kami. Meskipun bukan kekhawatiran utama, informasi tersebut bisa memengaruhi wisatawan. Apalagi dengan imbauan dari Pak Menteri Parekraf, Sandiaga Uno, untuk menggunakan masker. Kami berharap ini tidak memberikan dampak signifikan," tambah Agoes.
Sampai saat ini, menurutnya tingkat okupansi perhotelan di Kota Malang telah mencapai sekitar 50 persen. Sedangkan, untuk proyeksi okupansi dari kunjungan wisatawan, Agoes memprediksi bahwa hal tersebut akan meningkat menjelang akhir tahun, terutama pada pertengahan Desember 2023 nanti.
"Pertengahan Desember diharapkan menjadi puncaknya untuk pemesanan hotel. Khususnya dari sektor pariwisata. Kami memperkirakan tingkat keterisian hotel akan mencapai puncaknya pada H-1 pergantian tahun baru," ungkapnya.
Azis Sismono, General Manager Whiz Prime Hotel Basuki Rahmat Malang, menegaskan bahwa okupansi hotelnya sepanjang tahun ini mengalami peningkatan sebesar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Optimisme kami adalah okupansi akhir tahun ini akan melampaui tahun-tahun sebelumnya, bahkan sebelum masa pandemi. Dengan isu naiknya Covid-19 di luar negeri saat ini, kami akan mendukung kebijakan pemerintah terkait penggunaan masker jika itu merupakan keputusan yang dipertimbangkan secara matang," tegas Azis.
Aziz mengaku pihaknya siap menyambut akhir tahun dengan harapan tingkat okupansi yang semakin baik. Meskipun tetap memperhatikan potensi pengaruh faktor eksternal terhadap keterisian hotel.
Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH