04 April 2025

Get In Touch

Jokowi Klaim Indonesia Masuk 5 Negara Perekonomian Terbaik Dunia

Presiden Jokowi meninjau tanam padi di Kesesi Pekalongan, Rabu (13/12/2023). (Foto: Robby Bernardi/detikJateng)
Presiden Jokowi meninjau tanam padi di Kesesi Pekalongan, Rabu (13/12/2023). (Foto: Robby Bernardi/detikJateng)

SURABAYA (Lenteratoday) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa Indonesia telah masuk dalam daftar lima negara dengan perekonomian terbaik di dunia. Menurutnya, negara lain malah terguling dan perekonomiannya runtuh pascapandemi Covid-19. Bahkan, ada 96 negara yang sudah menjadi pasien Dana Moneter Internasional (IMF).

"Kita ini termasuk di dunia, masuk lima yang paling baik ekonominya. Ini yang patut kita syukuri dan kita jaga dan rawat agar ekonomi tetap stabil dan meningkat lebih baik," kata Jokowi di Pekalongan, Rabu (13/12/2023) dikutip dari CNNIndonesia.

Namun, Jokowi tidak membeberkan data dan sumber yang menjadi landasan klaim tersebut. Jokowi juga tidak menyebutkan menyebutkan daftar lima negara yang masuk dalam ekonomi terbaik dunia tersebut.

Di satu sisi, dalam kesempatan itu, Jokowi lebih banyak bicara soal kelangkaan pupuk. Dia berjanji memastikan stok pupuk aman. Jokowi juga berjanji menambah subsidi pupuk untuk petani.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2021 sebesar 3,7 persen. Lalu ekonomi Indonesia tumbuh 5,31 persen di tahun berikutnya.

Presiden Jokowi resmi mencabut status pandemi Covid-19 di Indonesia pada 21 Juni 2023. BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan II 2023 sebesar 5,17 persen dan triwulan III 2023 4,94 persen.

Setelah pandemi Covid-19, IMF menerbitkan prediksi 10 negara dengan ekonomi terbaik di dunia dan tidak termasuk Indonesia di dalamnnya. Daftar sepuluh negara tersebut yaitu Amerika Serikat, China, Jepang, Jerman, Inggris, India, Prancis, Italia, Kanada, dan Korea Selatan.

Namun, IMF memuji perekonomian Indonesia pascapandemi lewat 2023 Article IV Consultation. "Ekonomi terus tumbuh dengan kuat. Didukung oleh harga tinggi untuk banyak komoditi ekspor Indonesia, PDB tumbuh 5,3 persen di 2022. Pertumbuhan diproyeksikan akan tetap kuat, ditentukan oleh pemulihan permintaan domestik dan performa ekspor yang solid," kata Cheng Hoon Lim, perwakilan IMF, dikutip dari situs resmi IMF, 22 Maret 2023. (*)

Sumber : CNNINdonesia | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.