05 April 2025

Get In Touch

Langkah Forkom Pokdarwis Kota Malang Ciptakan Wisata Berkelanjutan

Kegiatan Gugur Gunung Bangun Kampung di Kampung Bamboo Mewek Park (BMP) Tunjungsekar yang diinisiasi oleh Forkom Pokdarwis Kota Malang, Minggu (7/1/2024). (Dok. Forkom Pokdarwis Kota Malang)
Kegiatan Gugur Gunung Bangun Kampung di Kampung Bamboo Mewek Park (BMP) Tunjungsekar yang diinisiasi oleh Forkom Pokdarwis Kota Malang, Minggu (7/1/2024). (Dok. Forkom Pokdarwis Kota Malang)

MALANG (Lenteratoday) - Di awal tahun 2024 ini, Forum Komunikasi (Forkom) Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kota Malang memperkenalkan inisiatif baru bertajuk 'Gugur Gunung Bangun Kampung'. Rencananya, gerakan ini akan menjadi fondasi utama dalam menciptakan wisata yang berkelanjutan di Kota Malang. Dengan digelar di 23 Kampung Tematik Kota Malang secara bergantian selama setahun mendatang.

Ketua Forkom Pokdarwis Kota Malang, Isa Wahyudi, mengisyaratkan bahwa gerakan ini tidak sekadar acara biasa. Namun juga menjadi langkah besar untuk mengembangkan wilayah-wilayah kampung tematik, sebagai destinasi wisata yang tidak hanya menarik namun juga berkelanjutan.

"Jadi nanti akan diselenggarakan setiap bulanmya. Hanya saja pada bulan Juli 2024 mendatang, akan ada 7 kegiatan Gugur Gunung Bangun Kampung. Karena akan dibarengkan dengan festival kali Brantas ke-3," ujar Isa, saat dikonfirmasi awak media, Senin (8/1/2024).

Pria yang akrab dengan sapaan Ki Demang, ini menjelaskan bahwa inisiasi pertama dari gerakan tersebut berlangsung pada Minggu (7/1/2024) kemarin, yang dilaksanakan di Kampung Bamboo Mewek Park (BMP) Tunjungsekar.

Dalam kegiatan pertama Gugur Gunung Bangun Kampung di BMP tersebut, Isa menyebut telah dilakukan penanaman sebanyak 100 Pohon dan 200 bunga dengan 7 varietas.

"Jadi tanggal 10 besok ini kan ada peringatan hari menanam 1000 pohon, nah ini juga dilakukan dalam rangka menyambut peringatan itu. Kemudian gerakan ini kemarin juga melibatkan berbagai pihak. Mulai dari pegiat Kampung BMP, lalu Dinas Kepemudaan Olaghraga dan Pariwisata (Disporapar) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kita Malang, ada dari Himpunan Mahasiwa Islam (HMI) UMM dan warga masyarakat Tunjungsekar itu sendiri," tambahnya.

Lebih lanjut, tidak hanya sebagai langkah konservasi, Ki Demang juga menyebut bahwa kegiatan Gugur Gunung Bangun Kampung ini, juga menjadi wahana potensial untuk menciptakan paket wisata baru antar kampung tematik. Pihaknya berharap hal ini akan memberikan skema yang saling menguntungkan antar destinasi wisata di Kota Malang.

Ditemui terpisah, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Soni Bachtiar, menjelaskan pentingnya langkah yang diambil di Kampung BMP sebagai pilot project dalam mengembangkan kampung tematik yang berbasis lingkungan. Menurut Soni, langkah ini sejalan dengan upaya untuk menambah vegetasi dan mendukung program pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Malang, sambil menciptakan wahana edukasi berbasis lingkungan yang bermanfaat.

"Ragam macam jenis bambu, serta tanaman lain kan juga bisa kita dapatkan di BMP itu. Jadi ini bisa jadi wahana edukasi berbasis lingkungan," tegas Soni.

Sebagai informasi, kampung BMP yang berlokasi di Jalan Ikan Tombro Barat, Kelurahan Tunjungsekar ini, juga menawarkan wisata edukasi berbasis lingkungan. Diantaranya dengan disediakannya area untuk outbound, camping ground, hingga area untuk memancing bagi para pengunjung. (*)

Reporter: Santi Wahyu | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.