05 April 2025

Get In Touch

Harga Telur dan Daging Ayam Masih Mahal, Anggota DPRD Surabaya Minta Pasokan Dijaga

Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Tri Indah Ratna Sari
Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Tri Indah Ratna Sari

SURABAYA (Lenteratoday) - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) merilis evaluasi stok dan harga bahan pokok awal tahun 2024. Hasilnya, menunjukkan indikasi kenaikan harga pada telur dan daging ayam.

Menanggapi itu, Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Tri Indah Ratna Sari, meminta Pemkot melakukan langkah-langkah preventif. "Pemerintah dapat mengambil langkah-langkah konkret, seperti mengelola pasokan dengan efisien, memonitor inflasi secara cermat, dan memberikan insentif kepada petani untuk meningkatkan produksi bahan pokok," ujar Tri Indah Ratna Sari, kamis (18/1/2024).

Dalam konteks pengelolaan pasokan, Ratna Sari menekankan pentingnya koordinasi yang baik antara pemerintah, produsen, dan konsumen. "Kerjasama ini menjadi fondasi utama dalam mencapai stabilitas harga dan ketersediaan pangan yang optimal di masyarakat," tambahnya.

Tidak hanya itu, politisi muda PDI Perjuangan ini juga menyoroti perlunya pengelolaan risiko bencana alam dalam rantai pasok pangan. "Penting bagi pemerintah untuk mengurangi risiko bencana alam yang dapat mempengaruhi produksi bahan pangan. Langkah-langkah mitigasi perlu diterapkan untuk menjaga kelancaran pasokan di tengah potensi ancaman alam," tegasnya.

"Kesadaran bersama untuk menciptakan sistem yang berkelanjutan dan saling mendukung menjadi kunci keberhasilan,"pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya, Dewi Soeriyawati, menjelaskan untuk bahan pokok lainnya sudah relatif aman dan stabil. Bahkan sejumlah pasar di Kota Pahlawan telah menyediakan warung TPID. Warung tersebut bertugas mengontrol dan memantau harga, serta stok bahan pangan agar tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

"Dalam pasar, harga masih cukup stabil dan aman. Kolaborasi dengan Bulog dan operasi pasar rutin kami lakukan untuk memastikan ketersediaan stok minyak, gula, dan beras tanpa melampaui HET," kata Dewi.

Diketahui, Pemkot Surabaya juga menjalankan operasi pasar dua kali dalam seminggu dengan layar monitor pemantauan harga di beberapa pasar. Langkah ini diambil untuk memberikan informasi transparan kepada konsumen mengenai harga bahan pokok dan mencegah praktik penipuan oleh pedagang.

Reporter: Pradhita (mg)/Editor: widyawati

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.