05 April 2025

Get In Touch

Targetkan 12 Juta Wisatawan Masuk Kota Batu di 2024, Ini Strategi Pj Aries

Pasar Induk Among Tani Kota Batu. (Santi/Lenteratoday)
Pasar Induk Among Tani Kota Batu. (Santi/Lenteratoday)

BATU (Lenteratoday) - Di tahun 2024 ini, Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, menargetkan sebanyak 11-12 juta pengunjung yang akan masuk dan berwisata ke Kota Batu. Untuk mencapai hal ini, Aries mengatakan bahwa terdapat beberapa strategis yang harus dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Batu.

Di antaranya yakni, pengembangan potensi-potensi destinasi wisata, yang tidak hanya memperkuat pada program yang sudah ada, tetapi juga mendorong kelangsungan Desa Tematik dan Desa UMKM sebagai pilar pariwisata di Kota Batu.

"Di 2024 ini harus ada program-program yang menguatkan pariwisata kita. Sehingga objek wisata itu selain menjadi edukasi, tapi juga menjadi nilai plus bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batu. Target 2024 gak muluk-muluk, 11-12 juta pengunjung. Tapi harus buat program-program itu," ujar Aries, saat dikonfirmasi awak media, Kamis (25/1/2024).

Aries menjelaskan, tidak hanya Dinas Pariwisata (Disparta) saja yang akan dikerahkan untuk mewujudkan target tersebut. Menurutnya, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Batu juga harus terlibat dalam upaya memperluas program kepariwisataan di kota apel ini.

Salah satunya yakni melalui pengoptimalan keberadaan Pasar Induk Among Tani, yang berada di bawah naungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batu. Menurutnya, bangunan megah tersebut harus dikelola dengan optimal sehingga dapat menjadi destinasi wisata baru, bagi pengunjung Kota Batu.

"Jadi bagaimana agar itu (Pasar Induk Among Tani) bisa menjadi objek wisata baru. Pengunjung bisa belanja dan berwisata. Artinya dengan peritungan-peritungan itu, dengan semakin banyaknya program yang dikemas dengan menarik, saya berharap bahwa kunjungan wisata semakin banyak di 2024 ini. Khususnya juga di pasar Among Tani," tambah Aries.

Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai.

Bukan tanpa alasan, Aries menyebut bahwa tempat yang mendapat julukan dari Presiden RI Joko Widodo, sebagai pasar termegah di Indonesia ini, telah lama dinantikan oleh masyarakat luas sejak awal pembangunan pada 2021 lalu.

Dirinya juga percaya bahwa dibukanya pasar ini, menjadi sebuah objek wisata baru yang dapat menarik minat pengunjung. Aries juga menyatakan keyakinannya, masyarakat yang datang atau pulang dari Kota Batu selalu singgah ke pasar, terlebih lagi jika mereka menuju wilayah Kabupaten atau Kota Malang.

"Saya pikir iya (bisa menarik minat wisatawan). Karena sekarang orang kalau ke Kota Batu, entah itu waktu pulang atau datang, itu pasti singgah ke pasar. Apalagi kalau umpamanya dia mau ke wilayah Kabupaten atau Kota Malang, itu pasti ke pasar dulu entah untuk kuliner, belanja, atau hanya ingin melihat bangunan pasar," paparnya.

Dalam konteks ini, Aries juga merencanakan adanya pengoptimalan Pasar Induk Among Tani, agar dapat menjadi tempat transit wisata yang nyaman di Kota Batu. Menurutnya, upaya ini diharapkan dapat memberikan pengalaman positif bagi para wisatawan, menjadikan pasar sebagai titik singgah yang menawarkan pengalaman belanja di pasar yang berdiri pada lahan seluas 34.060 meter persegi ini.

"Nah 2024 ini kita buat pasar ini menjadi tempat transit, jadi nanti kita siapkan kamar mandi, infrastrukturnya, jadi semua bus wisata bisa masuk ke pasar ini," pungkasnya. (*)

Reporter: Santi Wahyu | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.