Berawal ‘Snack’ Lelayu Petugas Pemilu, Indikasi Korupsi Kini Diselidiki (Koran Senin,29/1/2024)
TAHAP pelantikan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) menyisakan keresahan di masyarakat. Pemicunya adalah para petugas Pemilu 2024 yang baru dilantik saling berkeluh kesah di media sosial mengenai snack hingga uang transportasi saat pelantikan. Anggota KPPS bahkan menggeruduk KPU Sleman karena makanan kecil yang diberikan dinilai tidak layak, bahkan disebut mirip snack saat lelayu (duka cita/orang meninggal,Red), serta tidak adanya uang transport. Di Makassar, KPPS juga curhat tidak diberi uang transport. Sahut-menyahut pun makin ramai di dunia maya, beberapa wilayah mengatakan dapat uang ‘bensin’ meski hanya Rp 25.000/orang. Namun di sisi lain, beberapa wilayah tak hanya menyediakan konsumsi yang layak, tapi juga memberikan uang transport hingga Rp 150.000/orang. Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI pun berjanji akan menelusuri. Bahkan untuk kasus di Sleman, polisi juga turun tangan mengecek. Desakan penyelidikan secara tuntas dan transparan bergaung, karena indikasi korupsi jelas terlihat.Duh! BACA BERITA LENGKAP, KLIK DI SINI https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2024/01/29012024.pdf
[3d-flip-book id="167458" ][/3d-flip-book]