
Blitar - Sebagai partai politik (parpol) lama dan berpengalaman di Indonesia, dengan basis massa militan. Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Blitar, optimis jika Pilbup Blitar yang bakal digelar 9 Desember 2020 mendatang tidak calon tunggal.
Hal ini disampaikan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Blitar, Edi Muklison ketika ditanya mengenai peta politik dan kekuatan parpol, jelang Pilbup Blitar tahun 2020 ini. "Dengan adanya kekuatan 2 poros parpol besar yakni poros nasionalis dan poros religius, saya optimis Pilbup tidak calon tunggal lagi," tutur Edi, Selasa(23/6/2020).
Dijelaskan Edi poros nasionalis adalah PDIP yang memiliki mayoritas kursi di DPRD Kabupaten 19 kursi, serta poros religius yakni PKB dengan 9 kursi. "Maka selain PDIP yang bisa mengusung cabup dan cawabup, juga ada poros PKB yang hanya kurang 1 kursi untuk bisa mencalonkan sendiri," jelasnya.
Jika melihat peta kekuatan politik ini, Edi berkeyakinan minimal akan muncul 2 pasangan calon dalam Pilbup Blitar tahun ini. Sesuai dengan perkembangan informasi yang diterimanya, Edi mengungkapkan adanya 4 nama pasangan cabup - cawabup yang muncul dan berpotensi diusung 2 poros partai besar tersebut. "Untuk poros nasionalis muncul nama incumben Pak Rijanto - Pak Henis atau Pak Rijanto - Pak Guntur, kemudian poros religius muncul nama Pak Munif - Nico dan Abdul Azis - Risyad, Tabatala" ungkapnya.
Bahkan diakui Edi masih adanya kemungkinan poros ketiga, yakni gabungan partai lainnya seperti : PAN (7 kursi), Gerindra (6 kursi), Demokrat dan Nasdem (2 kursi), PPP dan PKS (1 kursi) serta Golkar (3 kursi). "Sangat mungkin terbentuk poros ketiga, jadi kecil kemungkinan jika Pilbup dengan calon tunggal. Karena dampaknya nama baik partai, seolah tidak ada partai lain di Blitar yang bisa mengusung calon," tandasnya.
Sementara itu mengenai proses penjaringan cabup dan cawabup Golkar, Edi mengaku tinggal menunggu rekomendasi dari DPP Partai Golkar, setelah dikirimkan 5 nama yang lolos penjaringan cabup dan cawabup. "Kelima nama itu, 2 orang mendaftar sebagai cawabup dan 3 orang cabup," bebernya.
Siapa saja kelima orang yang namanya dikirim ke DPP tersebut, Edi mengaku tidak bisa menyebutkan karena permintaan dari yang mengikuti penjaringan agar tidak dipublikasikan sampai turunnya rekomendasi. "Kami menghormati apa yang diminta, karena memang peta politik masih dinamis dan berubah-ubah," elak Edi.
Disinggung sikap politik DPD Golkar Kabupaten Blitar dalam Pilbup Blitar 2020 ini, Edi menyampaikan partainya berusaha agar calon yang mengikuti penjaringan lolos mendapat rekom sebagai cabup atau cawabup. "Pilkada 2020 ini untuk persiapan Pileg 2024, karena memiliki kepala daerah sendiri tentu berbeda. Target DPD Golkar Kabupaten Blitar calon yang direkom bisa menang, agar secara umum berdampak pada elektibikitas partai saar Pileg 2024 mendatang," pungkasnya.(ais)