03 April 2025

Get In Touch

Juergen Klinsmann Dipecat, Buntut Kegagalan Korsel di Piala Asia

Pelatih Korea Selatan, Jurgen Klinsmann dipecat pada (6/2/2024). (Foto: Reuters/Thaier Al-Sudani)
Pelatih Korea Selatan, Jurgen Klinsmann dipecat pada (6/2/2024). (Foto: Reuters/Thaier Al-Sudani)

SEOUL (Lentertoday) - Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA) mengatakan pada hari Jumat (16/2/2024)) telah memecat pelatih tim nasional Juergen Klinsmann. Ia dipecat setelah tim Korsel tersingkir di semifinal Piala Asia dan banyaknya kritik mengenai kepemimpinannya.

Komite Tim Nasional merekomendasikan pemecatan Klinsmann pada hari kamis (15/2/2024). Direktur Teknik KFA Hwangbo Kwan juga menyampaikain keraguannya terhadap kemampuan Klismann dalam melatih tim karena ‘berbagai alasan’.

Tersingkirnya Korea Selatan dari Piala Asia setelah kalah 2-0 dari Yordania di semifinal bulan ini, memperpanjang penantian mereka selama 64 tahun untuk meraih gelar ketiga. Seruan pemecatan pelatih berusia 59 tahun itu pun semakin meningkat di kalangan penggemar dan beberapa politisi.

Presiden KFA, Chung Mong-gyu, mengatakan bahwa masa jabatan Klinsmann tidak sesuai yang diharapakan.

"Pelatih Klinsmann disorot karena gagal menjalankan kepemimpinannya, dimana tidak seperti yang diharapkan dari seorang pelatih tim nasional," ujar Chung kepada wartawan, Chun menekankan bahwa masalah ini melibatkan manajemen permainan, aturan pemain, dan sikap kerja yang seharusnya meningkatkan daya saing tim nasional.

Popularitas Klinsmann di Korea Selatan merosot selama Piala Asia karena banyak kritik terhadap sikapnya, terutama ketika dia tersenyum saat timnya tampil buruk.

Kepemimpinan pelatih asal Jerman ini dipertanyakan lebih lanjut setelah pertengkaran antar pemain pada malam semifinal yang mengakibatkan kapten Son Heung-min mengalami cidera dislokasi jari.

Penyerang Tottenham Hotspur itu bermain melawan Yordania dengan jari telunjuk dan jari tengah tangan kanannya diikat menjadi satu.

Selama masa kepelatihannya bersama Korea Selatan, Klinsmann sering dikritik karena lebih sering bekerja di Los Angeles yaitu tempat tinggalnya saat ini, meskipun telah berjanji untuk menghabiskan lebih banyak waktu di Korea Selatan.

Sebelum pengumuman pemecatannya pada hari Jumat (16/2/2024) Klinsmann menyampaikan "rasa terima kasih yang tulus" kepada para pemain, staf, dan penggemarnya melalui unggahan di Instagram.

Yonhap News TV melaporkan pada Kamis (15/2/2024) bahwa seorang mantan pemain internasional Korea Selatan, Hong Myung-bo termasuk dalam calon sementara untuk memimpin tim dalam kualifikasi Piala Dunia 2026.

Sebagai mantan pemenang Piala Dunia bersama Jerman Barat pada tahun 1990, Klinsmann telah melatih tim nasional Jerman dan Amerika Serikat, serta klub Bundesliga Bayern Munich.

Dia menggantikan Paulo Bento sebagai pelatih Korea Selatan tahun lalu setelah Portugal mengundurkan diri dalam kekalahan melawan Brasil di babak 16 besar Piala Dunia 2022.

Sebelum dipilihnya Klinsmann tahun lalu, media Korea melaporkan adanya ketidakjelasan dalam komunikasi antara anggota Komite Tim Nasional selama proses perekrutan.

Laporan tersebut dibantah oleh kepala komite, Michael Muller setelah pengumuman penunjukan Klinsmann. Muller menambahkan bahwa pelatih asal Jerman tersebut dipekerjakan setelah anggota komite mencapai "kesepakatan akhir".

Perjalanan Klinsmann bersama Korea Selatan dimulai dengan keadaan sulit saat tim tersebut menjalani lima pertandingan tanpa kemenangan. Kekalahan tersebut seperti kalah dari Uruguay dan Peru serta ditahan oleh Kolombia, El Salvador, dan Wales.

Meskipun begitu, penampilan mereka meningkat menjelang Piala Asia dengan meraih enam kemenangan beruntun, meskipun ada beberapa penampilan buruk di Qatar. Mereka juga berhasil mencapai semifinal dimana ada tanda sebuah kemajuan dari turnamen 2019 ketika mereka tersingkir di perempat final.

Namun, Korea Selatan gagal mencatatkan satu tembakan tepat sasaran dalam pertandingan semifinal melawan Yordania, Dimana dalam peringkat FIFA, posisi Yordania berada jauh lebih rendah, yakni peringkat 64.

Sumber: CNA

Penerjemah: Yuda|Editor:widyawati

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.