04 April 2025

Get In Touch

Pencalonan Henry-Yasin Ditolak Internal PKB

Pencalonan Henry-Yasin Ditolak Internal PKB

Blitar - Beredarnya kabar dan foto form pembentukan relawan pasangan Cawali-Cawawali Henry Pradipta Anwar dan Yasin Hermanto mendapat penolakan dari internal PKB Kota Blitar.

Indikasi adanya penolakan ini disampaikan para kader senior DPC PKB Kota Blitar yang mulai bergejolak, bahkan kabarnya akan melakukan aksi ke DPP PKB di Jakarta, jika DPP mengeluarkan rekomendasi, untuk pasangan Henry (putra mantan Walikota Blitar Samanhudi Anwar) dan Yasin (Ketua DPC PKB Kota Blitar).

"Semua prihatin terhadap kondisi PKB Kota Blitar, terutama menjelang Pilwali 2020 ini," tutur salah satu tokoh senior dan pengurus PKB Kota Blitar, Tantowi, Kamis (25/6/2020).

Lebih lanjut, Tantowi mrngatakan jika para kiai sepuh PKB, kader senior, deklarator dan PAC PKB dari 3 kecamatan di Kota Blitar tidak pernah diajak diskusi, akan tetapi tiba-tiba keluar nama pasangan itu (Henry-Yasin).

"Setelah beredar kabar dan foto pasangan Henry-Yasin, telah digelar pertemuan untuk mengkonsolidasikan sikap atas pencalonan Henry-Yasin. Pertemuan tersebut sejatinya merupakan puncak keresahan para kiai sepuh, kader senior, dewan syuro, serta pengurus PAC. Karena penolakan pasangan Henry - Yasin sebenarnya sudah lama, menjadi perbincangan kalangan internal partai," ungkapnya.

Karena pencalonan pasangan tersebut dinilai cacat mekanisme atau tidak prosedural, dimana sejak awal proses penjaringan cawali - cawawali Yasin tidak mendaftar tapi tiba-tiba muncul menyatakan sebagai cawawali dari PKB. Mekanisme di organisasi harusnya dilalui, seperti musyawarah antara Dewan Tanfidz bersama PAC dengan Dewan Syuro DPC PKB Kota Blitar sebagai penentu.

Lebih jauh Tantowi menjelaskan tidak adanya komunikasi dengan kiai sepuh, kader senior, dewan suro, tanfidz serta pengurus PAC inilah yang diduga dimanfaatkan Yasin untuk berpasangan denga Henry sebagai cawawali. Bahkan isunya rekomendasi sudah turun kepada pasangan tersebut, padahal proses menetapkan pasangan calon sangat ketat sesuai aturan partai.

"Kami menuntut mekanisme dijalankan sesuai aturan partai, serta melibatkan para kader, tokoh dan kiai untuk membahas cawali dan cawawali. Ayo dibicarakan secara terbuka, PKB bukan hanya milik ketua saja," tegas mantan anggota DPRD Kota Blitar ini.

Secara terpisah Ketua Tanfidz DPC PKB Kota Blitar, Yasin Hermanto ketika ditanya mengenai kabar penolakan internal PKB, jika kalau dirinya maju sebagai cawawali mendampingi Henry mengatakan bahwa suhu politik menjelang tensi Pilwali Kota Blitar memang mulai memanas. "Tapi sebagai Ketua DPC, saya harus menyikapi hal ini secara jernih. Ini dinamika politik yang biasa terjadi," kata Yasin pada wartawan.

Yasin tidak membantah jika para seniornya di PKB memiliki pemikiran berbeda, tidak sejalan terkait pasangan calon yang diusung. Namun sebagai Ketua DPC yang diberi amanah memimpin PKB, Yasin mengaku selalu mengikuti petunjuk dari DPW maupun DPP PKB. Termasuk soal pasangan yang akan diusung dalam Pilwali Blitar 2020.

"Semua punya pemikiran masing-masing, senior saya mengklaim seperti itu boleh saja. Yang jelas saya yang diberi amanah memimpin PKB di Kota Blitar, selalu mengikuti petunjuk dari DPW dan DPP. Kalau ada yang bilang saya mengkondisikan ini, sudah pasti tidak benar," tandasnya.

Dipaparkan Yasin jika DPP PKB memiliki Desk Pilkada, tim dari DPP juga turun ke lapangan untuk melakukan survei terhadap elektabilitas bakal calon. "Kalau suka atau tidak suka itu urusan pribadi, Insyaallah saya tetap istiqomah sampai rekomendasi dari DPP PKB turun dan semoga PKB menang," pungkas Wakil Ketua DPRD Kota Blitar ini. (ais)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.