PEMERINTAH baru saja menetapkan kenaikan harga eceran tertinggi (HET) beras premium sebesar Rp 1.000/kilogram dari posisi sebelumnya. Namun kebijakan tersebut diprediksi tidak akan ampuh menjinakkan harga, karena keputusan yang diambil 'mbleset' dari akar utama masalah. Para pelaku usaha menyebut, harusnya pemerintah dapat meningkatkan produksi beras dalam negeri dan menyerap hasil panen raya sebanyak-banyaknya untuk menekan harga di tingkat penggilingan. Diketahui, saat ini HET untuk beras premium menjadi Rp14.900-Rp15.800 per kilogram berdasarkan zonasi. Di sisi lain, beras dari penggilingan sudah mencapai Rp14.500-Rp15.000 per kilogram. Artinya, jika di hilirnya direlaksasi tetapi di hulu tidak dievaluasi, hasilnya tetap akan 'jauh panggang dari api'. BACA BERITA LENGKAP, KLIK DI SINI https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2024/03/13032024.pdf
[3d-flip-book id="172594" ][/3d-flip-book]https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2024/03/13032024.pdf">