04 April 2025

Get In Touch

Rawan! Jepang Minta Warganya Tak Hadiri Pertandingan Kualifikasi Piala Dunia di Korea Utara

Para suporter Jepang di Piala Asia di Qatar bulan lalu. (FOTO: AFP/Giuseppe Cacace)
Para suporter Jepang di Piala Asia di Qatar bulan lalu. (FOTO: AFP/Giuseppe Cacace)

TOKYO (Lenteratoday) - Jepang telah memperingatkan para penggemar sepak bola untuk tidak melakukan perjalanan ke Korea Utara yang "rawan" untuk pertandingan kualifikasi Piala Dunia minggu depan di Pyongyang.

Kementerian luar negeri Tokyo dikutip Rabu (20/3/2024) dengan tegas meminta masyarakat umum untuk menahan diri agar tidak menghadiri pertandingan pada 26 Maret, yang merupakan pertandingan pertama bagi kedua belah pihak di Korea Utara sejak 2011.

"Seperti yang Anda ketahui, Korea Utara memiliki pandangan yang tidak bersahabat terhadap Jepang dan perjalanan ke sana tidak disarankan untuk masyarakat umum," demikian pernyataan yang disampaikan melalui media sosial X, yang sebelumnya bernama Twitter.

Jepang dan Korea Utara akan bertanding di Tokyo pada hari Kamis (21/3/2024) sebagai bagian dari kualifikasi untuk Piala Dunia 2026, sebelum pertandingan kedua pada pekan depan.

Jepang telah lama menyarankan warganya untuk tidak melakukan perjalanan ke Korea Utara, namun tidak secara tegas melarang mereka untuk melakukannya. Kedua negara tidak memiliki hubungan diplomatik.

Tidak jelas berapa banyak penggemar, jika ada, yang akan mencoba melakukan perjalanan. Mereka akan membutuhkan visa Korea Utara untuk melakukannya.

Namun, empat belas pejabat pemerintah akan menemani tim Jepang untuk pertandingan tersebut serta sejumlah kecil media, demikian dilaporkan oleh stasiun televisi Jepang, NHK.

Hubungan kedua negara telah lama dirundung masalah, termasuk kompensasi atas pendudukan brutal Jepang di semenanjung Korea antara tahun 1910 dan 1945, dan baru-baru ini dengan penembakan rudal Pyongyang di atas wilayah Jepang.

Penculikan warga Jepang oleh agen-agen Korea Utara pada tahun 1970-an dan 1980-an - yang dipaksa untuk melatih mata-mata dalam bahasa dan adat istiadat Jepang - juga telah lama menjadi titik perdebatan.

Pertandingan hari Kamis di Tokyo diperkirakan akan dihadiri oleh sejumlah besar pendukung Korea Utara dari komunitas etnis Korea yang telah lama tinggal di Jepang, yang berjumlah sekitar 300.000 orang.

Sebagian besar dari mereka adalah keturunan warga sipil yang dirampas dari rumah mereka selama penjajahan Jepang di semenanjung Korea.

Sumber: Channel News Asia

Penerjemah: Lambang (mk)/Editor: widyawati

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.