
Blitar - Pengerjaan dua mega proyek bernilai ratusan miliardi wilayah Kota dan Kabupaten Blitar langsung diawasi kejaksaan melalui TimPengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Blitar.
Dua mega proyek tersebut yaitu pembangunan RSUD Srengat diKecamatan Srengat Kabupaten Blitar senilai Rp 145 miliar dan pembangunan PasarLegi Kota Blitar senilai Rp 39 miliar. Pengawasan langsung dibenarkan salahsatu tenaga pengawas eksternal yang independen, Joko Trisno. Dia mengakui, selamaproses pembangunan Tim TP4D dari Kejaksaan Blitar terus melakukan pengawasan,bahkan sidak guna mengevaluasi jalannya pembangunan RS Tipe C tersebut.
Hal yang sama juga dilakukan pada proyek Pembangunan PasarLegi Kota Blitar. "Tim selalu mengawasi jalannya proses pembangunanagar sesuai dengan standar kualitas dan anggaran yang ada," tutur Joko.
Terpisah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, dr.Kuspardani mengatakan, pembangunan rumah sakit ini mengusung Tema Eco Greenatau Ramah Lingkungan. Konsep ini pertama kali di Kabupaten Blitar. Dijelaskan,bangunan rumah sakit terdiri dari empat lantai dengan jumlah total seratus kamar.
"Dengan konsep ini, kita berharap kedepan RSUD Srengatdapat memberikan kesegaran, kenyamanan dan keindahan lingkungan. Sehingga dapatmemberikan lingkungan yang bersih dan sehat. Dengan sumber dana dari APBDDaerah Tahun Anggara 2018 dan 2019, dengan target penyelesaian akhir tahunini," jelasnya.
Mega proyek kedua yaitu Pembangunan Pasar Legi Kota Blitarpasca terbakar pada 2016 silam, dengan anggaran awal sebesar Rp 50 miliarakhirnya dilakukan efisiensi lagi hingga menjadi Rp 39 miliar dan ditargetkanselesai pada akhir tahun 2019 ini. Plt Walikota Blitar, Santoso mengatakan, prosespembangunan pasar yang dimulai sejak satu bulan lalu ini sudah berjalan denganbaik dan sebagian kerangka bangunan sudah berdiri.
"Sesuai target dan kesepakatan dengan pihak rekananpelaksana, tahun ini bisa selesai dan tahun 2020 bisa digunakan kembali olehpara pedagang. Target tahun ini menyelesaikan bangunan utama, jika memang perlupengembangan lagi akan menyesuaikan dengan kemampuan anggaran,” kata Santoso. (ais)