07 April 2025

Get In Touch

2 Korban Meninggal Ditemukan Penyelam di Reruntuhan Jembatan Baltimore

Kapal kargo Dali yang menabrak Jembatan Francis Scott Key hingga ambruk di Baltimore, Maryland, AS, 26 Maret 2024 (Reuters)
Kapal kargo Dali yang menabrak Jembatan Francis Scott Key hingga ambruk di Baltimore, Maryland, AS, 26 Maret 2024 (Reuters)

BALTIMORE (Lenteratoday) - Jasad dua pekerja konstruksi ditemukan di perairan pelabuhan Baltimore pada hari Rabu (28/3/2024), terjebak di dalam truk pick-up merah mereka setelah sebuah kapal kargo menabrak jembatan tempat mereka menambal jalan yang berlubang, dan menyebabkan keruntuhan yang dahsyat.

Kepolisian Maryland mengumumkan penemuan tersebut pada sebuah konferensi pers, menambahkan bahwa sonar menunjukkan apa yang mereka yakini sebagai lebih banyak kendaraan yang terperangkap di dalam puing-puing beton dan baja yang bengkok di Jembatan Francis Scott Key.

Enam dari delapan orang kru konstruksi diyakini telah tewas, dengan empat mayat yang belum ditemukan.

"Berdasarkan pemindaian sonar, kami sangat yakin bahwa kendaraan-kendaraan tersebut terkurung di dalam bangunan dan beton yang secara tragis kami lihat runtuh," ujar Kolonel Roland Butler, pengawas kepolisian negara bagian Maryland, dalam konferensi pers.

Butler menyebut kedua korban yang ditemukan pada hari Rabu bernama Alejandro Hernandez Fuentes, seorang pria berusia 35 tahun yang telah tinggal di Baltimore berasal dari Meksiko, dan rekannya Dorlian Ronial Castillo Cabrera yang berusia 26 tahun, yang tinggal di pinggiran kota Dundalk berasal dari Guatemala.

Mereka ditemukan di dalam air sedalam 7,6 meter, katanya.

Dua orang lainnya berhasil ditarik keluar dari air dalam keadaan hidup pada saat-saat setelah runtuhnya jembatan pada Selasa (26/3/2024) pagi. Satu orang tidak mengalami cedera, sementara yang kedua telah keluar dari rumah sakit pada hari Rabu, kata Butler.

Empat pekerja lainnya diperkirakan tewas, tenggelam dalam arus yang kuat dan tertimbun reruntuhan balok dan tiang.

Sumber resmi juga mengatakan bahwa para pekerja yang hilang itu berasal dari El Salvador, Guatemala, Honduras dan Meksiko.

"Mereka semua adalah pekerja keras dan rendah hati," kata Jesus Campos, seorang rekan dari delapan pekerja tersebut, yang semuanya dipekerjakan oleh kontraktor Brawner Builders.

Salah satu dari mereka yang kini diduga tewas adalah ayah dari tiga anak, Miguel Luna, menurut lembaga nirlaba Casa, yang melayani komunitas imigran.

Luna, dari El Salvador, berangkat kerja pada pukul 18.30 pada hari Senin (25/3/2024) dan tidak pernah kembali, kata Casa.

Istrinya, Maria del Carmen Castellon, mengatakan kepada Telemundo 44 bahwa ia "sangat terpukul".

Sumber: Channel News Asia/Penerjemah: Lambang (mk)|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.