
JOMBANG (Lenteratody) – Puluhan orang pengikut investasi aplikasi Smart Wallet menggeruduk rumah seorang oknum anggota DPRD Jombang berinisial AT, di Kecamatan Mojowarno sejak Senin(1/4/2024) malam.
Puluhan warga itu menuntut dana yang sudah disetor ke AT selaku Direktur Smart Wallet Cabang Jombang dikembalikan, mereka datang untuk meminta pertanggungjawaban terkait uang yang digunakan sebagai modal investasi di aplikasi tersebut. Karena hingga saat ini keuntungan yang dijanjikan AT macet, serta dianggap hanya isapan jempol.
Salah satu pengikut aplikasi Smart Wallet, Juned mengatakan korban dijanjikan hendak ditemui oleh AT, oleh sebab itu dirinya bersama puluhan orang yang merasa menjadi korban lainnya menggeruduk rumah tersebut.
Namun puluhan orang yang datang kecewa, karena AT tidak muncul dan rumah di tepi jalan raya itu terkunci rapat.
Juned dan puluhan orang yang mendatangi rumah AT merasa kena tipu investasi berbasis online itu, karena tergiur dengan iming-iming keuntungan yang besar. Awalnya dia investasi Rp500 ribu, dari situ dia mendapat keruntungan 2 persen setiap bulan. Sehingga kembali menambah investasinya hingga total Rp18 juta, namun sejak Maret 2024 keuntungan atau withdraw (WD) tak bisa lagi dilakukan.
Juned mencoba menghubungi leader yang mengajaknya untuk ikut investasi tersebut, tapi semuanya angkat tangan dan nasib uang milik Juned dan puluhan orang lainnya pun gelap.
“Kami merasa tertipu, kami minta uang modal saja yang dikembalikan. Keuntungan tiap bulan tidak usah, korbannya banyak ada ratusan orang. Nilai totalnya juga mencapai ratusan juta. Kalau uang tidak dikembalikan, kami akan lapor ke polisi,” tandas Juned disetujui lainnya.
Korban lainnya, Tiami mengaku sudah menanamkan investasi puluhan juta rupiah. Ironisnya, dirinya belum pernah WD sama sekali semenjak ikut investasi pada 25 Januari 2024 lalu.
Tiami awalnya menanamkan investasi sebesar Rp 4 juta, kemudian awal Maret 2024 ditambah Rp25 juta. Lalu pertengahan Maret 2024 Rp20 juta dan terakhir Rp2,5 juta total uang yang disetor oleh Tiami sebesar Rp55 juta. Namun keruntungan yang dijanjikan tidak pernah didapat olehnya.
“Padahal saat ada promo even dijanjikan keuntungan hingga 100 persen. Bahkan, kami disuruh mencari mitra baru agar mendapatkan bonus. Saya sudah keluarkan uang Rp55 juta, tapi sampai sekarang tidak ada keuntungan,” bebernya.
Tiami dan Juned serta korban lainnya sudah berkali-kali menanyakan hal tersebut ke leader, namun semuanya bertepuk sebelah tangan. Hingga akhirnya puluhan orang itu sepakat mendatangi rumah AT, yang merupakan Direktur Smart Wallet Cabang Jombang.
Namun kedatangan warga berujung kecewa, ditunggu hingga larut malam AT tidak menampakkan diri. Bahkan rumah yang juga dijadikan toko bangunan tersebut nampak gelap, tidak ada lampu yang menyala.
Puluhan orang yang didominasi kaum hawa ini akhirnya balik kanan. “Kami akan melaporkan dugaan penipuan melalui aplikasi online ini ke Polres Jombang, kami ditipu dan uang kami tidak dikembalikan,” ujar Juned dan Tiami hampir bersamaan.
Oknum DPRD Jombang inisial AT itu belum berhasil dikonfirmasi, namun beberapa hari sebelumnya saat dikonfirmasi terkait berita yang menyebut Smart Wallet sebagai investasi abal-abal. AT mengatakan akan mengklarifikasi dulu ke pihak Smart Wallet.
“Kan aplikasi melalui HP di Jombang pengikutnya banyak, bukan hanya lewat saya saja melainkan banyak sekali leadernya. Ditanya dulu itu ikut atasannya siapa, ada 6 orang lebih leadernya. Jadi saya tidak bisa menjelaskan, karena anak buah saya aman semua tidak ada masalah. Monggo ditelusuri dulu karena leadernya banyak, bukan hanya saya,” jawabnya.
Namun berdasarkan penelusuran Lenteratoday, kegiatan usaha Smart Wallet sudah ditutup oleh Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas Pasti) per 18 Maret 2024. Karena Smart Wallet terindikasi melakukan penipuan, serta tidak memiliki izin operasional di Indonesia.
Reporter:sutono/Editor:ais