Kala kasus Covid-19 di Jatim belum bisa dikendalikan, saling silang pendapat antara pihak-pihak di pemerintahan makin meruncing. Walikota Surabaya, Tri Rismaharini melakukan aksi sujud saat melakukan pertemuan dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya dan Jatim. Kalimat khas Suroboyoan pun terlontar saat Risma meminta maaf. Hal ini dipicu oleh statment Ketua Tim Pinere RSU Soetomo, dr Sudarsono yang menilai pengawasan protokol kesehatan di Kota Pahlawan terlalu longgar. Tak hanya itu, Dinkes Surabaya dikatakan tak melakukan koordinasi secara baik. Walhasil, Rumah Sakit rujukan seringkali overload. Haruskah warga menyaksikan lakon seperti ini? Apalagi endingnya, rentetan kejadian dramatis itu dikatakan hanya salah paham belaka. BACA BERITA LENGKAP, DOWNLOAD DI SINI https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2020/06/Lentera-Today-30062020.pdf
https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2020/06/Lentera-Today-30062020.pdf">