
BATU (Lenteratoday) - Pemerintah Kota (Pemkot) Batu menyiapkan 42 angkot gratis, untuk melayani mobilitas ratusan pelajar menuju sekolah. Penjabat (Pj) Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai mengatakan, program angkutan gratis bagi pelajar ini akan segera diuji coba setelah libur Lebaran 2024 mendatang.
Menurut Aries, program ini bertujuan untuk meningkatkan mobilitas pelajar dan mengatasi persoalan menurunnya penumpang angkutan umum saat ini.
"Insyaallah April ini setelah libur Lebaran, kami akan uji coba program angkot gratis bagi pelajar. Nantinya ada beberapa wilayah. Utamanya perkotaan dan beberapa desa di Kota Batu yang akan diuji coba angkot gratis,” ujar Aries, saat dikonfirmasi awak media, Kamis (4/4/2024).
Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur ini menegaskan, program angkot gratis akan melalui tahap uji coba terlebih dahulu, yang bertujuan untuk memastikan segala aspek teknis pelaksanaannya telah teratasi sebelum diluncurkan secara resmi.
"Arsitektur program ini sangat mengutamakan standar pelayanan minimum (SPM), termasuk komitmen sopir angkot dalam menjaga kebersihan, larangan merokok, dan keselamatan berkendara," tegas Aries.
Menyusul pernyataan tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu, Hendri Suseno menambahkan dalam uji coba tahap I nanti, akan ada sekitar 42 mobil angkutan kota (angkot) yang siap beroperasi sebagai armada angkutan gratis. Untuk mengakomodir mobilitas dari sekitar 504 pelajar menuju sekolah masing-masing.
Hendri menekankan program ini memiliki tujuan utama untuk memastikan keamanan dan keselamatan pelajar, mengingat tingginya tingkat pelanggaran dan kecelakaan yang melibatkan anak usia dini. "Kami ingin memastikan keamanan dan keselamatan pelajar, pasalnya tingkat pelanggaran dan kecelakaan para pelajar cukup tinggi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, tak hanya memberikan keuntungan bagi para pelajar. Hendri menyebutkan program ini juga bertujuan untuk menghidupkan kembali perekonomuan sopir angkot, akibat persaingan dengan transportasi online yang semakin marak saat ini.
Dalam konteks ini, menurutnya Dishub Kota Batu telah mengalokasikan dana sebesar Rp 1 miliar di APBD 2024. Hendri menambahkan, kajian terhadap program ini telah dilakukan secara menyeluruh bersama berbagai pihak terkait, termasuk Dinas Pendidikan, kepolisian, dan perwakilan provinsi, serta mendapat respon positif dari masyarakat.
Tak hanya itu, Hendri mengaku jika Organisasi Angkutan Darat (Organda) juga turut memberikan perhatian terhadap program ini dengan mempertimbangkan titik kumpul atau titik jemput angkot gratis bagi pelajar di beberapa kecamatan.
"Yang diutamakan di Kecamatan Batu, ya. Jadi nanti uji coba tahap pertama di Kecamatan Batu dulu dengan menyasar siswa-siswa SMP dan SMA," jelasnya.
Disinggung mengenai kendaraan angkutan yang digunakan, Hendri menjelaskan angkot yang akan digunakan merupakan armada yang telah beroperasi sebelumnya. Namun, menurutnya masih diperlukan penyiapan dari pelaku transportasi untuk menjalankan program angkot gratis ini, termasuk dalam hal antar jemput sesuai wilayah.
Reporter:santi wahyu/Editor:ais