07 April 2025

Get In Touch

Penembakan Warnai Idul Fitri di Philadelphia, 3 Orang Terluka

Arsip foto. (ANTARA/Anadolu)
Arsip foto. (ANTARA/Anadolu)

WASHINGTON (Lenteratoday) - Beberapa orang ditembak pada sebuah pertemuan di Kota Philadelphia di bagian timur laut Amerika Serikat pada Rabu sore (10/4/2024), menurut laporan media lokal yang mengutip sumber-sumber kepolisian.

Penembakan di Philadelphia Barat terjadi pada akhir acara untuk memperingati Idul Fitri, hari raya umat Islam setelah bulan suci Ramadhan berakhir. 

Menurut polisi, dikutip Kamis (11/4/2024) beberapa orang telah ditangkap dan beberapa senjata ditemukan di lokasi kejadian di Philadelphia, kota terbesar di negara bagian Pennsylvania.

Chrissy Houlahan, anggota Kongres AS untuk Pennsylvania, mengatakan bahwa dia "sangat sedih" mendengar laporan tentang penembakan itu, yang melukai banyak orang di Philadelphia Barat, tempat banyak orang yang merayakan Idul Fitri.

“Saya berterima kasih kepada para petugas pertolongan pertama  yang berada di lokasi untuk membantu mereka yang membutuhkan. Ini adalah situasi yang sedang berlangsung, dan saya akan terus memantaunya,” katanya di platform X.

Dilansir AP News, perayaan itu seketika mencekam saat sekelompok orang melepaskan sekitar 30 tembakan. Ada sekitar 1.000 umat muslim hadir di acara itu, mereka panik saat penembakan itu terjadi. 

Sedikitnya tiga orang terluka dan ratusan orang tua serta anak-anak mengungsi untuk mencari keselamatan.

Lima orang kemudian ditahan, termasuk seorang anak laki-laki berusia 15 tahun yang menderita luka di kaki dan bahu saat dia ditembak oleh polisi dan dibawa ke rumah sakit oleh seorang petugas. 

Selain itu, salah satu korban tertembak di bagian perut dan seorang korban remaja lainnya mengalami luka di tangan.

Saat penembakan terjadi, para korban berusaha menyelamatkan diri. Bahkan ada di antara mereka yang terpisah dengan anggota keluarganya. 

“Sembilan puluh sembilan persen orang yang menghadiri acara ini adalah orang-orang baik yang ingin bersenang-senang,” kata pejabat kepolisian Bethel, sambil mencatat bahwa pejabat kota menawarkan dukungan mereka kepada komunitas Islam.

Polisi menyelidiki kejadian yang terjadi pada Rabu sore di Clara Muhammad Square, yang dipenuhi puing-puing termasuk selimut, kereta bayi, pendingin, dan sejumlah sepatu yang ditinggalkan oleh para peserta. Beberapa meja dengan wadah makanan alumunium untuk berbuka puasa Ramadan terletak di tengah taman, dikelilingi pita TKP berwarna kuning. Dua bak berisi es air berwarna merah cerah yang meleleh tumpah ke trotoar.

Sumber: Antara / Co-Editor: Nei-Dya

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.