05 April 2025

Get In Touch

Perangi Penyakit Hewan Ternak, Pemkab Malang Gencar Terapkan Biosecurity dan Vaksin Booster

Ilustrasi sapi ternak di Kabupaten Malang. (Dok. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kab Malang).
Ilustrasi sapi ternak di Kabupaten Malang. (Dok. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kab Malang).

MALANG (Lenteratoday) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang tengah menggencarkan beberapa strategi dalam memerangi penyakit pada hewan ternak. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Malang, Eko Wahyu Widodo mengatakan, strategi penanggulangan penyakit ternak ini meliputi penerapan biosecurity dan pemaksimalan program vaksin booster.

Menurut Eko, inisiatif ini dilakukan sebagai respons terhadap kembali munculnya kasus Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) serta virus Lumpy Skin Disease (LSD) pada hewan ternak sapi di wilayah Kabupaten Malang.

"Langkah-langkah seperti penerapan biosecurity, ini merupakan bagian integral dari upaya pencegahan penyakit hewan ternak, khususnya pada ternak sapi," ujar Eko, saat dikonfirmasi awak media, Senin (15/4/2024).

Diketahui, dalam rentang Januari - Februari 2024, terkonfirmasi sebanyak 400 ekor sapi terinfeksi virus LSD, dengan 200 ekor di antaranya hingga saat ini masih dalam tahap penyembuhan. Sedangkan sebanyak 27 sapi terinfeksi virus PMK.

Berangkat dari temuan kasus tersebut, Eko menegaskan perlunya langkah-langkah pencegahan agar virus PMK dan LSD tidak semakin meluas di Kabupaten Malang. Di mana salah satunya yakni dengan penerapan biosecurity.

Dalam konteks ini, Eko menjelaskan biosecurity merupakan fokus utama dalam strategi pencegahan. Pasalnya, hal tersebut mencakup upaya untuk memutus rantai penularan agen penyakit ke induk semang dan menjaga agar agen penyakit tidak mengkontaminasi atau disalahgunakan.

"Prinsip dasar biosecurity, seperti isolasi, pengendalian lalu lintas atau keluar masuknya hewan ternak ke Kabupaten Malang, dan sanitasi. Jadi harus diaplikasikan secara ketat dalam upaya menjaga kesehatan ternak," tambahnya.

Lebih lanjut, Eko juga menyampaikan pada Maret 2024 lalu, pihaknya telah melakukan peninjauan lapangan ke beberapa wilayah, termasuk ke kandang peternakan sapi di Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang. Menurutnya, dari hasil peninjauan menunjukkan perlunya penerapan biosecurity meskipun jumlah kasus LSD tidak terlalu signifikan.

Di sisi lain, Pemkab Malang juga membuka rencana pemberian vaksin booster lanjutan pada hewan ternak sebagai langkah preventif, selain penerapan biosecurity. Eko menegaskan, upaya ini diambil untuk menindaklanjuti kembali munculnya kasus penyakit hewan ternak pada awal tahun 2024.

"Sehingga nantinya pemberian vaksin booster ini akan terus berlanjut hingga tahun 2025, bahkan bisa sampai dengan pemberian booster ketiga," jelasnya.

Eko menyatakan, realisasi pemberian vaksin booster lanjutan ini, akan melibatkan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Terlebih sejak ditemukannya kasus PMK pada pertengahan tahun 2022 lalu. "Saat inikan juga (vaksin booster) masih berlanjut. Kita tidak ada berhentinya. Terus jalan, sejak tahun 2023, 2024 tidak berhenti," pungkasnya.

Reporter: Santi Wahyu/ Editor: widyawati

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.