ANCAMAN akibat gejolak di Timur Tengah (Timteng) usai pecah perang antara Iran Vs Israel bukan prediksi tak berdasar. Di bidang energi, pemerintahan baru Indonesia harus bersiap anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) jebol. Pemerintah menghitung kompensasi untuk bensin bisa naik menjadi Rp 249,86 triliun di tahun ini. Hal ini terjadi jika asumsi harga minyak mentah (Indonesian Crude Price) atau ICP mencapai USD 100 per barel dan nilai tukar rupiah sebesar Rp 15.900 per dolar AS. Saat ini, untuk jenis minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) misalnya sudah melonjak naik 2,02 dolar AS jadi 87,05 dolar AS per barel. Perekonomian pun bakal makin kacau jika Israel melakukan serangan balasan ke Iran. Para menteri di bidang ekonomi pun sudah menggelar rapat darurat. Bahkan, target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5% akan sulit dicapai, jika ketegangan meluas. BACA BERITA LENGKAP, KLIK DI SINI https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2024/04/16042024.pdf
[3d-flip-book id="176428" ][/3d-flip-book]https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2024/04/16042024.pdf">