
KUALA LUMPUR (Lenteratoday) - “Hati-hati. Jangan dilempar, bisa meledak. Ini adalah bom.”
Demikianlah catatan peringatan pada sebuah paket yang tiba di Terminal Kargo Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) pada hari Kamis (25/4/2024) yang menyebabkan kekhawatiran karena pemindaian keamanan menemukan bahwa paket tersebut berisi laptop, baterai, dan kabel.
Namun, hal tersebut ternyata hanya sebuah hoax.
“Ditemukan bahwa tidak ada bahan peledak, tetapi ada pernyataan yang mengancam pada paket tersebut, dan Unit Penjinak Bom Polisi Diraja Malaysia mengambil tindakan sesuai dengan prosedur operasi standar, SOP,” kata kepala polisi distrik KLIA, Asisten Komisioner Azman Shari'at.
Penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan, kata Azman, seperti dikutip oleh media Malaysia.
Menurut kepala distrik, Kepolisian Malaysia menerima laporan pada pukul 13.30 dari petugas yang mengoperasikan mesin pemindai tentang sebuah paket yang ditujukan kepada seseorang di Limbang, Sarawak.
Azman mengatakan bahwa paket yang dipindai tersebut diyakini berisi laptop, baterai dan beberapa kabel, dan setelah diperiksa oleh petugas, ditemukan catatan yang menyatakan bahwa paket tersebut berisi bom.
Sebuah tim dikirim ke lokasi setelah menerima laporan tersebut, dan unit K-9 juga dikirim, tambahnya.
“Polisi langsung melakukan penyelidikan. Deteksi dengan menggunakan anjing pelacak dari unit K-9 menunjukkan bahwa paket tersebut negatif mengandung bahan peledak,” kata Azman, seperti dikutip dari Malay Mail.
Namun tetap saja, SOP diikuti dan Unit Penjinak Bom dipanggil dan paket tersebut dihancurkan dengan menggunakan unit robotik, tanpa ada ledakan yang terjadi.
Pihak berwenang menghubungi pengirim paket tersebut, yang berada di Kuala Lumpur, dan dia mengkonfirmasi isinya.
Kepolisian Malaysia mengatakan bahwa pengirim paket tersebut sedang diselidiki berdasarkan Pasal 506 KUHP atas ancaman kriminal.
Kepolisian Malaysia baru-baru ini meningkatkan kekuatan staf dua kali lipat dan meningkatkan patroli di KLIA setelah Terminal 1 bandara menjadi lokasi penembakan pada 14 April yang menyebabkan satu orang terluka.
Sumber: Channel News Asia
Penerjemah: Lambang (mk)/Co-Editor: Nei-Dya