
SURABAYA (Lenteratoday) - Sering terjadinya bencana alam akhir-akhir ini yang melanda wilayah Provinsi Jawa Timur, mulai dari gempa bumi hingga erupsi gunung berapi tentu menjadi kekhawatiran bagi semua pihak.
Maka aspek penanggulangan pasca bencana, menjadi sangat penting untuk menjadi perhatian berbagai pihak.
Hal tersebut diamini oleh Penjabat (Pj.) Gubernur Jatim, Adhy Karyono yang menyatakan bahwa dirinya berencana memberikan reward kepada BPBD Jatim untuk melakukan studi penanggulangan bencana langsung ke Jepang.
"Kami akan berikan reward kepada teman-teman BPBD, untuk bisa melihat dan belajar bagaimana penanganan bencana yang profesional dan modern di Jepang. Ini juga sebagai salah satu langkah peningkatan kapasitas BPBD, untuk melatih emergency respon terhadap bencana yang terjadi," ujar Adhy, Kamis(9/5/2024).
Pj Adhy menuturkan meskipun Jepang merupakan negara rawan bencana dan berisiko tinggi, namun penanggulangan pasca bencana di sana dapat dilakukan dengan cepat. Sehingga keadaan lebih cepat pulih meskipun baru dilanda bencana alam. Karenanya, ia menilai Jepang sebagai lokasi studi penanggulangan bencana yang tepat bagi BPBD Jatim.
"Di Jepang sering terjadi bencana, tetapi penanggulangan bisa cepat, peralatan serba canggih, masyarakat disana punya kesadaran tinggi. Pengungsian bisa cepat dilakukan dan yang terpenting manajemen mereka luar biasa," tututnya.
Dirinya berharap, kedepannya dari hasil studi BPBD ke Jepang, terkait manajemen penanggulangan bencana dapat diadopsi dengan baik di Provinsi Jatim dan memiliki nilai kebermanfaatan.
"Saya berharap manajemen penanggulangan bencana di Jepang bisa kita adopsi, disana ada center of emergency response dan mobile vehicle disaster. Nah karena itu kami suruh dulu BPBD belajar kepada mereka, agar paham tentang spesifikasinya, penggunaannya dan pemanfaatannya seperti apa agar bisa diadopsi disini dan terpenting dapat mengurangi resiko pasca bencana," pungkas Adhy.
Reporter:Pradhita/Editor:Ais