06 April 2025

Get In Touch

Tolak Palestina Jadi Anggota Penuh, Dubes Israel Hancurkan Piagam PBB

Dubes Israel untuk PBB, Gilad Erdan menghancurkan kertas bertuliskan Piagam PBB.(foto/ist.afp)
Dubes Israel untuk PBB, Gilad Erdan menghancurkan kertas bertuliskan Piagam PBB.(foto/ist.afp)

NEW YORK (Lenteratoday) - Duta Besar Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Gilad Erdan menolak resolusi Majelis Umum yang menyetujui untuk mempertimbangkan kembali agar Palestina menjadi anggota penuh organisasi tersebut.

Dalam pidatonya di Majelis Umum usai voting yang berlangsung pada, Jumat (10/5/2024) waktu Amerika Serikat. Erdan menuduh negara yang mendukung resolusi itu, sama saja mendukung Hamas yang ia samakan seperti kelompok Nazi zaman modern.

Dengan berapi-api, Erdan membawa mesin penghancur kertas kecil ke atas podium sambil menghancurkan kertas yang disebutnya merupakan Piagam PBB

"Saya ingin dunia menyaksikan tindakan amoral ini (voting), agar kalian semua juga berkaca bahwa (voting) ini, tindakan Anda semua, telah menghancurkan Piagam PBB. Kalian memalukan," kata Erdan di depan podium sambil menghancurkan kertas bertuliskan 'Piagam PBB' yang dipegangnya seperti ditulis cnnindonesia, Minggu(12/5/2024).

Mengutip Associated Press, Erdan juga membawa foto pemimpin Hamas, Yahya Sinwar saat berpidato. Ia juga mewanti-wanti PBB jika dunia mengizinkan Palestina menggelar pemilu dalam waktu dekat, Hamas akan memenangkannya.

Menurut Erdan, memberikan izin menggelar pemilu kepada Palestina sama saja memberikan hak istimewa kepada negara teroris Hamas di masa depan.

"Seorang teroris yang tujuannya adalah genosida Yahudi, akan menjadi pemimpin Palestina di masa depan," kata Erdan sambil mengangkat foto Sinwar saat di podium.

Sebanyak 143 negara mendukung Palestina, dalam pemungutan suara yang digelar Majelis Umum PBB untuk menentukan keanggotaan Palestina. Sementara 9 negara, termasuk Amerika Serikat dan Israel menolak dan 25 lainnya abstain.

"Dunia bersama rakyat Palestina," kata Presiden Palestina, Mahmoud Abbas menyambut hasil pemungutan suara tersebut.

Resolusi Majelis Umum PBB ini memberikan hak dan keistimewaan baru, kepada Palestina dalam organisasi tersebut.

Selain itu, resolusi ini juga berisikan permintaan agar Dewan Keamanan PBB mempertimbangkan kembali pengajuan Palestina untuk menjadi anggota penuh ke-194 PBB.

Sebelumnya, Amerika Serikat (AS) memveto draf resolusi DK PBB, terkait upaya Palestina untuk menjadi anggota penuh organisasi tersebut. Rancangan resolusi tersebut digagas oleh Aljazair, yang saat ini menjadi anggota tidak tetap DK PBB.

Resolusi DK PBB yang diveto AS tersebut, akan membuka jalan bagi keanggotaan penuh Palestina di PBB. Sebuah tujuan yang sudah lama diupayakan oleh Palestina, tapi dijegal Israel.

Editor:Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.