06 April 2025

Get In Touch

Mirip Kerusuhan 1998 di RI, Kaledonia Baru Chaos hingga Tutup 2 Bandara

Pemerintah Prancis menyatakan Kaledonia Baru, jajahannya di Pasifik dalam keadaan darurat sejak 15 Mei 2024.
Pemerintah Prancis menyatakan Kaledonia Baru, jajahannya di Pasifik dalam keadaan darurat sejak 15 Mei 2024.

JAKARTA (Lenteratoday) - Kaledonia Baru rusuh hingga menyebabkan lalu lintas udara terganggu. Dua bandara ditutup.Kerusuhan di Kaledonia Baru digambarkan mirip dengan yang terjadi di Indonesia pada 1998. Kerusuhan sepanjang jalan, bangkai mobil berserakan, hingga berbagai kekacauan lainnya.

Melansir Simple Flying, Jumat (17/5/2024), kerusuhan itu bermula ketika sebagian warga mengusulkan perubahan konstitusional yang dianggap akan mendukung kelanggengan pemerintah Prancis di negara itu.

Menyusul kerusuhan besar, kedua bandara di Noumea ditutup. Yakni, Bandara Internasional La Tontouta (NOU), yang melayani semua penerbangan internasional, dan Bandara Magenta (GEA), yang didominasi penerbangan domestik dan letaknya di pinggiran kota.

Blokade telah dipasang di gerbang Bandara La Tontouta. Maskapai penerbangan nasional setempat, Aircalin, bahkan membatalkan semua layanannya dan operasinya.

"Bandara Noumea-La Tontouta mengalami gangguan besar dengan pembatalan penerbangan komersial dan penutupan pintunya. Situasi yang tidak terduga ini telah menyebabkan gangguan bagi banyak pelancong," keterangan Kamar Dagang Kaledonia Baru seperti dilaporkan oleh Aeronews.

Imbas dari kerusuhan yang semakin memuncak, pemerintah setempat memberlakukan jam malam. Langkah agresif pun dilakukan Pemerintah Prancis. Mereka mengerahkan enam ratus personel masukan militer Prancis dari Eropa ke Kaledonia Baru.

Di seluruh pulau, jalan-jalan telah diblokir dan menurut New Zealand Herald, kebakaran dan suara tembakan terdengar.

Sumber:Simple Flying/ Editor: widyawati

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.