07 April 2025

Get In Touch

Embarkasi Surabaya Terapkan One Stop Service pada Proses Penerimaan

Penerapan sistem “One Stop Service” pada kedatangan jamaah haji di Embarkasi Surabaya.
Penerapan sistem “One Stop Service” pada kedatangan jamaah haji di Embarkasi Surabaya.

SURABAYA (Lenteratoday) - Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) menerima kedatangan 3 kloter, yaitu kloter 33 dan 34 dari Kabupaten Probolinggo serta kloter 35 merupakan gabungan dari Kabupaten Probolinggo dan Kota Surabaya, Minggu (19/5/2024). Untuk penerimaan kali ini PPIH Embarkasi Surabaya mulai menerapkan sistem “One Stop Service”.

Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya, Abdul Haris menjelaskan penerapan sistem “One Stop Service”pada proses penerimaan kloter 33 dan kloter 34 ini dilakukan karena kedatangan yang hampir bersamaan.

Layanan ini merupakan layanan satu atap kepada jamaah haji yang telah tiba di asrama haji. “Alhamdulillah, melalui koordinasi dengan seluruh stakeholder PPIH Embarkasi Surabaya, yakni UPT Asrama haji, Imigrasi, Kesehatan, dan Penerbangan, hari ini kita mulai menerapkan layanan OSS (One Stop Service). Setelah kita uji cobakan capaiannya luar biasa dan akan kita terapkan sampai kloter terakhir,” terang Haris.

Ia juga menjelaskan, pelayanan satu atap kepada jamaah haji meliputi pemeriksaan kesehatan, penyerahan surat panggilan masuk asrama (SPMA) dan bukti lunas biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) kepada petugas PPIH di Asrama Haji Embarkasi Surabaya. Selanjutnya penyerahan kartu makan serta penempatan kamar jamaah, penyerahan gelang identitas, paspor, visa, boarding pass, serta penyerahan living cost atau biaya hidup selama di Tanah Suci.

Haris mengatakan bahwa melalui layanan OSS, layanan perbekalan dan dokumen (living cost dan paspor) yang sebelumnya diberikan pada proses pemberangkatan, dengan penerapan OSS, diberikan kepada jamaah ketika baru tiba di asrama haji. “Diharapkan melalui metode ini, semua proses akan berjalan lebih cepat dan efisien,” ujarnya.

Pada proses penerimaan kloter 33 dan kloter 34 ditemukan beberapa jamaah yang membawa magic com dan heater. Oleh petugas, magic com ini diamankan karena dilarang oleh Pemerintah Arab Saudi.

“Sebenarnya kalau dikemas sesuai standar dan disimpan di bagasi, tidak dilarang dalam penerbangan. Akan tetapi karena dikhawatirkan mengganggu keamanan dan kelancaran aliran listrik di hotel jamaah menginap, Pemerintah Arab Saudi melarang para jamaah membawa penanak nasi dan pemanas air listrik. Selain itu, tahun ini para jamaah full memperoleh makanan dari panitia baik ketika pra maupun pasca Armuzna,” terang pria asal Gresik ini.

Haris melanjutkan, para jamaah haji tahun 2024 ini tidak perlu khawatir tidak memperoleh makanan karena mereka dijatah penuh.

Selain penanak nasi, ditemukan juga beberapa jamaah haji membawa rokok lebih dari dua slop. “Para jamaah haji diizinkan membawa rokok dengan jumlah maksimal 2 slop atau sekitar 200 batang,” terangnya.

Hingga kini, AHES telah memberangkatkan 32 kloter pada Minggu (19/5). Total 11.867 orang telah diberangkatkan, terdiri dari 11.707 jemaah dan 160 petugas atau sekitar 30 persen.

Sementara itu, ada 13 orang tertunda keberangkatannya di AHES. Delapan jamaah tertunda karena sakit adalah jamaah berasal dari kloter 8 asal Lamongan, kloter 12 asal Tuban, kloter 14 asal Surabaya, kloter 24 asal Kabupaten Malang, kloter 25 asal Ngawi, kloter 25 asal Surabaya, kloter 28 asal Kota Malang, dan kloter 32 asal Kabupaten Pasuruan. Sedangkan 5 orang lainnya adalah pendamping. “Semoga jemaah yang sakit segera diberikan kesembuhan,” harap Haris. (*)

Sumber : Rls | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.