06 April 2025

Get In Touch

Iran Umumkan Lima Hari Berkabung, Agendakan Pemilihan Presiden 28 Juni

Orang-orang berkumpul untuk berkabung atas meninggalnya mendiang Presiden Iran Ebrahim Raisi, di Teheran, Iran (20/5/2024). (Foto:Majid Asgaripour / WANA)
Orang-orang berkumpul untuk berkabung atas meninggalnya mendiang Presiden Iran Ebrahim Raisi, di Teheran, Iran (20/5/2024). (Foto:Majid Asgaripour / WANA)

TEHERAN (Lenteratoday) - Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah mengumumkan lima hari berkabung menyusul meninggalnya Presiden Iran, Ebrahim Raisi. Bahkan, Iran telah merencanakan pemilu presiden akan diselenggarakan pada tanggal 28 Juni.

Ayatollah Khamenei mengatakan bahwa ia menyampaikan belasungkawa “kepada rakyat Iran”.

Media Iran mengatakan bahwa pemilu akan diselenggarakan pada tanggal 28 Juni untuk memilih presiden baru. Sementara itu, Wakil Presiden Mohammad Mokhber telah ditunjuk untuk menjalankan tugas-tugas sementara. Kabinet Iran juga telah menunjuk wakil Menteri Luar Negeri Ali Bagheri Kani sebagai pelaksana tugas menteri luar negeri.

Seperti yang diketahui Raisi tewas dalam sebuah kecelakaan helikopter di sebuah daerah pegunungan di barat laut Iran, bersama dengan Menteri Luar Negeri Hossein Amir-Abdollahian. Padahal, Raisi, 63 tahun, telah digadang-gadang sebagai calon penerus pemimpin tertinggi.

Media negara Iran mengkonfirmasi bahwa mereka tewas setelah helikopter yang mereka tumpangi jatuh pada hari Minggu (19/5/2024).

Awalnya dilaporkan bahwa helikopter yang membawa para pejabat dan rombongan mereka melakukan pendaratan darurat dalam kondisi berkabut. Pendaratan dilakukan dekat dengan perbatasan dengan Azerbaijan, dimana Raisi bertemu dengan Presiden Ilham Aliyev. Menurut media lokal, ia berada di sana untuk membuka bendungan Qiz Qalasi dan Khodaafarin.

Pada hari Senin (20/5/2024), Tim SAR Iran mengkonfirmasi bahwa jasad presiden dan beberapa orang lainnya yang meninggal dalam kecelakaan tersebut telah ditemukan dan operasi pencarian telah berakhir.

“Kami sedang dalam proses pemindahan jasad para korban ke Tabriz [di barat laut Iran],” ujar kepala organisasi tersebut di TV pemerintah.

Kantor berita Iran, Tasnim, yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam, melaporkan bahwa pemakaman Presiden Ebrahim Raisi akan diadakan pada hari Selasa (21/5/2024) di Tabriz.

Raisi, 63 tahun, adalah seorang ulama garis keras dan pemilihannya sebagai presiden pada tahun 2021 mengukuhkan kendali kaum konservatif atas setiap bagian di Iran.

Sejumlah negara telah menyampaikan belasungkawa mereka setelah kematian Presiden Raisi. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan hari berkabung nasional dan menggambarkan Raisi dan Amir-Abdollahian sebagai “teman baik Iran”. Menulis di media sosial, Perdana Menteri India Narendra Modi mengatakan bahwa ia “sangat sedih dan terkejut” atas kematian tersebut.

Kemudian, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa pemerintahnya berhubungan dan berkoordinasi penuh dengan pihak berwenang Iran dan siap untuk memberikan dukungan yang diperlukan. Ia mengatakan Turki akan memperingati hari berkabung nasional.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyampaikan belasungkawa dan mengatakan bahwa presiden dan menteri luar negeri adalah “teman sejati dan dapat diandalkan bagi negara kami”, sementara Presiden China Xi Jinping mengatakan bahwa Raisi telah berkontribusi pada keamanan dan stabilitas Iran.

Uni Eropa pada hari Senin (20/5/2024) menyatakan belasungkawa yang tulus dan Presiden Dewan Eropa Charles Michel mengatakan “pikiran kami tertuju pada keluarga korban”.

Hamas memuji dukungan Raisi kepada kelompok Palestina, sementara gerakan Hizbullah yang didukung Teheran di Lebanon mengatakan bahwa mereka berduka atas kematian pelindungnya. Namun, Gedung Putih mengatakan bahwa mendiang presiden bertanggung jawab atas dukungan Iran terhadap jaringan teroris di seluruh wilayah dan bahwa ia memiliki banyak darah di tangannya. (*)

Sumber: BBC
Penerjemah: Lambang (mk) | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.