06 April 2025

Get In Touch

Turbulensi Parah Singapore Airlines: Seorang Warga Inggris Tewas, 7 Penumpang Kritis

Pesawat Boeing 777-300ER milik Singapore Airlines, penerbangan SQ321 dari Heathrow terlihat di landasan setelah meminta pendaratan darurat di bandara Internasional Suvarnabhumi Bangkok, Thailand, Selasa, (21/5/2024). (AP/Pongsakorn Rodphai)Pesawat Boeing
Pesawat Boeing 777-300ER milik Singapore Airlines, penerbangan SQ321 dari Heathrow terlihat di landasan setelah meminta pendaratan darurat di bandara Internasional Suvarnabhumi Bangkok, Thailand, Selasa, (21/5/2024). (AP/Pongsakorn Rodphai)Pesawat Boeing

JAKARTA (Lenteratoday) - Kasus turbulensi parah yang dialami pesawat Singapore Airlines dalam penerbangan dari London menuju Singapura menewaskan seorang penumpang. Mengutip Chanel News Asia, Rabu (22/5/2024), korban diketahui berkebangsaan Inggris yang berusia 73 tahun.

Ia diduga meninggal akibat serangan jantung, menurut General Manager Bandara Suvarnabhumi Bangkok Kittipong Kittikachorn dalam jumpa pers. Tujuh orang lainnya dilaporkan terluka parah dengan luka di kepala.

Menurut Kittikachorn, mereka tetap tenang saat digiring keluar dari pesawat. Pesawat bernomor SQ321 itu sebelumnya mendarat darurat di bandara tersebut usai mengalami guncangan parah.

Sementara, pihak maskapai menyatakan 18 orang sudah keluar dari rumah sakit dan 12 lainnya masih dirawat. Total pesawat Boeing 777-300ER itu mengangkut 211 penumpang dan 18 awak. Pesawat jatuh ke dalam kantong udara saat awak kabin sedang menyajikan sarapan sebelum mengalami turbulensi.

Tim Singapore Airlines (SIA) juga sedang dalam perjalanan ke Bangkok untuk memberikan bantuan tambahan. Menurut maskapai, prioritas utama mereka adalah memberikan bantuan semaksimal mungkin kepada seluruh penumpang dan awak pesawat.

"Kami bekerja sama dengan pihak berwenang setempat di Thailand untuk memberikan bantuan medis yang diperlukan, dan mengirimkan tim ke Bangkok untuk memberikan bantuan tambahan yang diperlukan," demikian pernyataan SIA.

Biro Investigasi Keselamatan Transportasi (TSIB) Singapura, yang merupakan bagian dari Kementerian Transportasi, sedang membuka penyelidikan atas apa yang terjadi pada SQ321. Dikatakan bahwa mereka telah mengontak mitranya di Thailand dan akan mengirim penyelidik ke Bangkok.

SIA mengatakan di atas Cekungan Irrawaddy di Myanmar pada ketinggian 37.000 kaki pesawat mengalami 'turbulensi ekstrem yang tiba-tiba'. Ini terjadi 10 jam setelah keberangkatan dari Bandara Heathrow.

Pilot kemudian mengumumkan keadaan darurat medis dan mengalihkan pesawat ke Bangkok, lalu mendarat di Bandara Suvarnabhumi pada pukul 15.45 waktu setempat (16.45 waktu Singapura). Seorang penumpang dalam penerbangan tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa insiden tersebut melibatkan sensasi naik dan turun.

"Tiba-tiba pesawat mulai miring dan terjadi guncangan sehingga saya mulai bersiap menghadapi apa yang terjadi, dan tiba-tiba terjadi penurunan yang sangat drastis sehingga semua orang yang duduk dan tidak mengenakan sabuk pengaman langsung terlempar ke langit-langit," Dzafran Azmir (28), seorang mahasiswa.

"Beberapa orang kepalanya terbentur kabin bagasi di atas dan penyok, mereka menabrak tempat lampu dan masker berada dan langsung menerobosnya," katanya.

Kemenlu Pastikan Tak Ada WNI

Kementerian Luar Negeri RI (Kemenlu) memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban turbulensi pesawat Singapure Airlines, Selasa (21/5/2024).

"KBRI Bangkok telah berkoordinasi dengan otoritas setempat, tidak ada WNI yang menjadi korban dalam insiden turbulensi yang dialami pesawat Singapore Airlines,” kata Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu RI Judha Nugraha melalui pesan singkat, Selasa (21/5/2024) malam.

Menurut keterangan di akun resmi Singapore Airlines di X, maskapai itu menyebut terdapat korban luka dan satu korban jiwa di dalam pesawat Boeing 777-300ER tersebut. Singapore Airlines juga menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban meninggal dunia.

Saat ini, prioritas mereka adalah memberikan semua bantuan yang memungkinkan kepada semua penumpang dan awak pesawat.

Sumber: antara,sia/ Editor: widyawati

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.