04 April 2025

Get In Touch

Kasus Stunting di Kota Kediri Turun, Per Maret 2024 Tinggal 740 Balita

Peserta rakor persiapan penilaian kinerja Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang diadakan DP3AP2KB Kota Kediri.
Peserta rakor persiapan penilaian kinerja Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang diadakan DP3AP2KB Kota Kediri.

KEDIRI (Lenteratoday) - Jumlah balita stunting di Kota Kediri terus menurun. Pada awal 2022 jumlah balita stunting di Kota Kediri tercatat 914 anak, pada akhir 2023 turun menjadi 771 balita. Jumlah ini turun lagi pada akhir Maret 2024 tinggal 740 balita stunting.

"Terjadi penurunan 31 balita stunting dari Desember 2023 hingga Maret 2024. Semoga jumlah balita stunting ini bisa terus menurun dan Kota Kediri bisa mendapatkan penilaian TPPS yang lebih baik lagi," kata Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3AP2KB) Kota Kediri, Mandung Sulaksono, Selasa (28/5/24).

Kendati berhasil menurunkan kasus stunting DP3AP2KB Kota Kediri mengadakan rapat koordinasi persiapan penilaian kinerja tim percepatan penurunan stunting (TPPS) di ruang Joyoboyo Balaikota Kediri, Selasa (28/5/24).

Rapat tersebut sebagai persiapan penilaian TPPS terintegrasi kabupaten/kota seluruh Jawa Timur pada 29 - 30 Mei 2024. Dari 38 kabupaten/kota yang mengikuti penilaian secara daring, Kota Kediri akan mengikuti penilaian di hari kedua, 30 Mei 2024.

Pada rakor tersebut, Sekretaris Daerah Kota Kediri Bagus Alit bersama Plt. Kepala DP3AP2KB Mandung Sulaksono, beberapa OPD, Kemenag, camat dan stakeholder terkait membahas dan memastikan kembali bahwa data-data yang diperlukan dan materi paparan penilaian telah siap dan sesuai delapan aksi konvergensi.

Saat memimpin rakor tersebut Bagus Alit mengarahkan para OPD terkait yang akan mengikuti penilaian dapat menjelaskan secara rinci berdasarkan data yang valid dan ter up to date, "Di rakor ini kita bahas satu persatu data yang akan dipaparkan, agar tidak ada kesalahan dan semua OPD nanti bisa menjawab dengan baik,"ujarnya.

Ditambahkan, saat penilaian OPD juga harus dapat menjelaskan proses dalam memperoleh hasil capaian, kendala dan apa upaya yang dilakukan OPD dalam memenuhi target.

"Jika capaian minim atau selisih sedikit, bisa dijelaskan apa kendala dan upaya yang akan dilakukan Pemkot Kediri untuk meningkatkan capaian. Hal itu supaya tim penilai tahu bahwa kita optimistis bisa melampaui target tersebut," jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Pl. DP3AP2KB Mandung Sulaksono mengatakan kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini untuk menyamakan persepsi agar tidak ada kesalahan selama 60 menit waktu penilaian yang telah ditentukan.

Dalam rakor tersebut Mandung menjelaskan ada 8 kegiatan atau 8 aksi konvergensi yang menjadi fokus penilaian TPPS. Adapun ke delapan aksi konvergensi tersebut meliputi; analisis situasi, rencana kegiatan, rembuk stunting, peraturan wali kota tentang peran kelurahan, pembinaan KPM, sistem manajemen data, pengukuran publikasi stunting dan reviu kinerja tahunan.

"Terkait delapan aksi konvergensi tersebut data-datanya sudah kita kirimkan ke provinsi,"ungkapnya. Mandung mengatakan tahun 2023, penilaian terhadap TPPS tahun 2022 Kota Kediri memperoleh peringkat ke 2 se-Jawa Timur.

Di tahun ini, Mandung berharap Kota Kediri bisa mempertahankan prestasi tersebut atau bahkan meningkatkan. "Tentu harapan kita Kota Kediri bisa menjadi yang terbaik se-Jawa Timur. Semoga saja harapan tersebut bisa terwujud dengan upaya-upaya yang sudah Pemkot Kediri lakukan,"ujarnya.

Reporter:Gatot Sunarko/Editor:Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.