07 April 2025

Get In Touch

Perjuangan Khumaidi, Pergi Haji dari Hasil Kumpulkan Barang Bekas

Khumaidi Katijan pemulung yang berangkat naik haji
Khumaidi Katijan pemulung yang berangkat naik haji

SURABAYA (Lenteratoday)- Khumaidi Katijan (49 tahun) bersama sang istri, Siti Fatimah (45 tahun), masih tak menyangka jika tahun 2024 ini dapat berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji. 

Pria asal Kabupaten Mojokerto yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung barang bekas di TPA Karangdiyeng, Kecamatan Kutorejo ini merasa bahagia karena dapat menunaikan kewajiban rukun Islam kelima setelah sempat tertunda selama tiga tahun karena pandemi. 

Ia dan istrinya dijadwalkan berangkat haji pada 2021 lalu. Sayangnya, saat itu penyelenggaraan ibadah haji ditiadakan karena pandemi Covid-19.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur tahun ini dipanggil untuk berhaji ke Baitullah,” tutur bapak dua anak ini, Jumat (31/5/2024).

Khumaidi bercerita, keinginan untuk pertama kali mendaftar haji datang dari sang istri. Awalnya dia sempat pesimis karena merasa hanya seorang pemulung. “Saya ini cuma pemulung barang bekas, biaya haji kan mahal apalagi kalau berdua,” ujarnya. 

Rupanya keinginan sang istri tersebut tak dianggap sebelah mata oleh Khumaidi meski baginya itu bukan hal mudah.

“Pada tahun 2011 itu kebetulan tabungan kami sudah terkumpul 10 juta. Awalnya ingin saya belikan tanah kecil-kecilan tetapi saya ingat kalau istri ingin berangkat haji. Dibantu dana talangan, akhirnya saya bisa mendaftar haji," jelasnya.

Setelah mendaftar haji, Khumaidi berusaha menabungkan sebagian besar pendapatannya untuk persiapan dana pelunasan. Dari penghasilan tersebut, ia pergunakan Rp 25 ribu untuk keperluan sehari-hari sedangkan sisanya ia sisihkan sebagai tabungan haji.

“Dari memulung, saya bisa memperoleh uang penghasilan seratus ribu atau kalau sedang sepi ya kurang dari seratus ribu perhari,” kenangnya.

Untuk menambah penghasilannya, Khumaidi dan istrinya sempat mempunyai usaha membuat batu merah. Meski cukup membantu perekonomiannya, usaha ini sudah berhenti semenjak 4 tahun lalu karena tanahnya sudah habis.

Di Tanah Suci nanti, ia akan memohonkan doa supaya anak-anaknya dan saudara-saudaranya bisa berangkat ke tanah suci seperti dirinya. "Semoga saya dan keluarga diberikan kehidupan yang barokah oleh Allah SWT," harapnya 

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.