06 April 2025

Get In Touch

Pemilu Berdarah di Meksiko: Total 25 Calon Wali Kota Jadi Korban Pembunuhan

Tim forensik bekerja di lokasi calon walikota Celaya dari partai berkuasa Morena, Bertha Gisela Gaytan, dibunuh oleh penyerang tak dikenal saat kampanye, di San Miguel Octopan, negara bagian Guanajuato, Meksiko, Sabtu (1/4/2024). (Dok.Reuters)
Tim forensik bekerja di lokasi calon walikota Celaya dari partai berkuasa Morena, Bertha Gisela Gaytan, dibunuh oleh penyerang tak dikenal saat kampanye, di San Miguel Octopan, negara bagian Guanajuato, Meksiko, Sabtu (1/4/2024). (Dok.Reuters)

JAKARTA (Lenteratoday)- Seorang calon wali kota dibunuh di Meksiko tengah pada hari Jumat (31/5/2024) waktu setempat. Pembunuhan ini terjadi kurang dari 48 jam sebelum digelarnya pemilihan umum (pemilu). Total hingga kini sudah ada 25 pembunuhan terhadap calon wali kota.

Dilansir kantor berita AFP, Sabtu (1/6/2024), pernyataan dari kantor kejaksaan negara bagian Puebla mengonfirmasi kematian Jorge Huerta Cabrera pada Jumat sore waktu setempat, di kota Izucar de Matamoros tempat dia menjadi kandidat wali kota.

Kantor kejaksaan mengatakan sedang menyelidiki pembunuhan ini.Otoritas setempat mengatakan bahwa istri Huerta Cabrera dan salah satu rekannya terluka dalam serangan itu.

Korban adalah kandidat dari Partai Hijau, sekutu partai Morena yang berkuasa."Hidupnya diambil dengan cara yang tidak adil dan penuh kekerasan," kata kandidat lokal lainnya, Eliseo "El Chino" Morales, dalam sebuah pernyataan yang diposting di media sosial.

Pemilu Meksiko akan digelar pada hari Minggu (2/6/2024), untuk memilih presiden baru, legislator federal, gubernur negara bagian, dan ribuan pejabat lokal. Kampanye pemilu telah diwarnai gelombang serangan terhadap para kandidat yang meningkat dalam sepekan terakhir.

Pemerintah federal melaporkan 22 kandidat tewas pada hari Selasa lalu. Sejak itu, tercatat tiga kematian lagi.

Beberapa organisasi non-pemerintah telah melaporkan jumlah korban yang lebih tinggi, termasuk Data Civica, yang menghitung sekitar 30 pembunuhan terhadap kandidat sejak kampanye dimulai pada akhir September tahun lalu.

Masa kampanye telah ditutup pada hari Rabu lalu. Sekitar 100 juta warga Meksiko, dari populasi 129 juta jiwa, berhak memberikan suara dalam pemilu mendatang.

Mengatasi kekerasan kartel narkoba yang membuat pembunuhan dan penculikan menjadi kejadian sehari-hari di Meksiko, akan menjadi salah satu tantangan besar yang dihadapi presiden berikutnya.

Sumber:afp,ist/Editor: widyawati

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.