07 April 2025

Get In Touch

Solidaritas, Bantu Jamaah Terpisah Rombongan di Masjidil Haram

Membantu jamaah haji yang terpisah dari rombongan. (Kemenag)
Membantu jamaah haji yang terpisah dari rombongan. (Kemenag)

MAKKAH (Lenteratoday) - Di tengah kepadatan Masjidil Haram saat ini, kerap ditemukan jamaah haji Indonesia yang terpisah dengan rombongan. Untuk itu, sebagai bentuk solidaritas maka petugas maupun jemaah yang lebih muda, wajib untuk membantu.

"Biasanya jemaah yang terpisah rombongan ini adalah mereka yang lanjut usia, Nah kalau bertemu dengan hal semacam ini, kita petugas maupun jamaah yang lebih muda, wajib untuk membantu," ungkap Kepala Daerah Kerja Makkah Khalilurrahman di Makkah, Sabtu (1/6/2024).

Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama, hingga Jumat (31/5/2024), jumlah jamaah haji Indonesia yang sudah tiba di Makkah mencapai 139.458 orang. Mereka tergabung dalam 360 kelompok terbang (kloter).

Di Makkah, jamaah haji Indonesia menempati 170 pemondokan yang tersebar di lima wilayah, yaitu Syisyah, Raudhah, Jarwal, Misfalah, dan Rei Bakhsy. Seiring bertambahnya jumlah jamaah yang memasuki kota Makkah, Masjidil Haram yang menjadi pusat destinasi pun kian padat.

Menurut Khalil, begitu ia biasa disapa, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan untuk membantu para jamaah terlepas rombongan di Masjidil Haram. "Pertama, pastikan kita tahu arah dan menguasai areal Masjidil Haram. Kenali pintu-pintu atau pun spot utama Masjidil Haram," pesan Khalil.

Kedua, tenangkan jamaah yang terpisah rombongan. Kemudian, ajak ke tempat aman dan terlindungi dari terpaan terik matahari. Berikan minum dan makanan bila diperlukan. Ketiga, tanyakan nama, asal daerah, serta nomor kloter jamaah. Cocokan dengan tanda pengenal yang dikenakan jamaah, seperti gelang ataupun kartu identitas jamaah haji.

"Keempat, bila mereka membawa kartu identitas jamaah haji, bisa kita scan barcode dengan menggunakan aplikasi Haji Pintar untuk mendapatkan informasi dan nama ketua kloter. Setelah itu, hubungi petugas kloter," lanjut Khalil.

"Temani jamaah sampai petugas kloter datang dan kita serah terima. Atau bisa juga diantar ke pos Sektor Khusus Masjidil Haram yang berlokasi di terminal Syib Amir," sambungnya.

Petugas Disebar

Khalil menambahkan, apabila kondisi terpisah rombongan dialami jamaah, mereka tidak perlu panik. Karena, lanjut Khalil, pihaknya sudah menyebar sejumlah petugas yang ada di areal Masjidil Haram.

"Jamaah cukup cari petugas kita yang berseragam rompi hitam dengan tulisan Petugas Haji Indonesia. Mereka juga mengenakan seragam baju putih berkerah batik," paparnya.

Di area thawaf lantai 1, lanjut Khalil, juga ada petugas-petugas yang berkeliling mengenakan kain ihram bertuliskan "Petugas Haji Indonesia".

"Jadi saya ingatkan, jangan panik bila terpisah rombongan di Masjidil Haram, silakan cari petugas haji Indonesia," paparnya.

"Kalau ternyata tidak bertemu karena kepadatan Masjidil Haram, jamaah juga dapat melaporkan kondisinya melalui aplikasi Kawal Haji. Sampaikan posisinya di mana, petugas kami akan segera merapat," sambung Khalil.

Aplikasi “Kawal Haji” dihadirkan sebagai bagian dari komitmen Kementerian Agama untuk memudahkan akses jemaah dan masyarakat dalam menyampaikan beragam persoalan dalam penyelenggaraan ibadah haji. (*)

Sumber : Kemenag | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.