
BLITAR (Lenteratoday) - Pihak DPC Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Kabupaten Blitar angkat bicara, terkait Kasat Narkoba Polres Blitar, Iptu Sukoyo yang positif menggunakan narkoba.
Ketua DPC Granat Kabupaten Blitar, Windarko mengaku prihatin dengan berita, adanya oknum aparat penegak hukum yang kedapatan positif mengkonsumsi narkoba di Blitar.
"Seharusnya menjadi panutan, karena Polres Blitar saya pantau gencar melakukan sosialisasi dan pemberantasan/penindakan. Tapi malah ada oknum yang menyalahgunakan narkoba," ujar Koko panggilan Windarko saat dihubungi, Minggu (2/6/2024).
Dijelaskan Koko jika selama ini sebenarnya dari Granat Blitar, terus masif membantu pemerintah. Melakukan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba, yang kami singkat Sobuga.
"Karena memerangi narkoba harus bersama-sama, semua instansi dari pemerintah, DPR, Polri, TNI, Kejaksaan, Pengadilan, Lapas dan masyarakat. Untuk kampanye bersama-sama, menolak narkoba mulai dari tingkatan keluarga," jelasnya.
Bahkan diungkapkan Koko, jika Presiden RI telah mengeluarkan Inpres No 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional, Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) untuk menuju Indonesia emas 2045.
"Harapan saya semoga di Blitar Raya bisa zero narkoba, dengan kita berani menolak narkoba," tandas Koko.
Saat ini menurut Koko Indonesia sedang darurat narkoba dan ini masalah bangsa, aparat penegak hukum harusnya menunjukkan perbuatan yang menjadi tauladan agar kepercayaan masyarakat kepada lembaga ini semakin baik.
Namun dengan adanya oknum Polres Blitar yang diketahui positif memakai narkoba, Koko mengaku tetap mendukung Polri terutama Polres Blitar dalam upaya P4GN bahkan sampai pada anggotanya.
"Saya apresiasi sikap dan tindakan tegas Bapak Kapolres Blitar, AKBP Wiwit Adisatria terhadap anggotanya. Tindakan ini justru menyelamatkan anggotanya, dari bahaya narkoba," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kasat Narkoba Polres Blitar, Iptu Sukoyo diketahui mengkonsumsi narkoba. Setelah hasil tes urinenya pada, Jumat (31/5/2024) dinyatakan positif dan langsung diperiksa oleh Polda Jawa Timur. (*)
Reporter:Arief Sukaputra | Editor : Lutfiyu Handi