
PALANGKA RAYA (Lenteratoday) - Seluruh masyarakat Kota Palangka Raya diajak, untuk ikut menggalakkan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).
Menanggapi hal ini, Wakil Ketua I Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Ruselita meyakini dengan gemar mengkonsumsi ikan, bisa mencegah terjadinya stunting pada anak.
"Ikan merupakan sumber protein dan kaya akan nutrisi, karena itu akan membantu tumbuh kembang anak secara optimal sehingga mencegah terjadinya stunting," papar Ruselita, Sabtu(15/6/2024).
Ia menjelaskan ikan bukan hanya sekadar sebagai salah satu pilihan makanan saja, namun merupakan investasi besar dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.
Ruselita menambahkan apalagi didukung dengan Kota Palangka Raya memiliki berbagai macam jenis ikan lokal, yang mudah didapatkan di sungai-sungai atau di danau yang ada di wilayah setempat.
"Jenis ikan yang banyak dijumpai di Kalimantan Tengah diantaranya, ikan haruan atau ikan gabus yang diketahui banyak mengandung protein dan bergizi," ucapnya.
Karena itu Ruselita meminta kepada Pemerintah Kota Palangka Raya, untuk benar-benar melakukan pengawasan terhadap aktivitas masyarakat di perairan yang tujuannya untuk menjaga populasi ikan.
Selama ini pihaknya masih sering menerima laporan dari masyarakat, mengenai adanya oknum yang mencari ikan dengan cara yang dilarang, yaitu menggunakan potas atau racun hingga memakai alat setrum.
"Jika menggunakan potas, ikan lain yang tidak menjadi target atau ikan yang masih kecil jadi ikut mati juga. Ini akan mengganggu perkembangbiakan dan kelestarian ikan, ditambah lagi ikan yang diperoleh dengan menggunakan potas bahaya untuk dikonsumsi masyarakat," tandasnya.
Lebih lanjut ia meminta kepada pemerintah setempat, agar gencar melakukan restoking ikan di sungai maupun danau yang ada di Kota Palangka Raya.
Dengan melakukan hal ini diyakini akan dapat menjadi langkah, dalam upaya menjaga ekosistem sungai dan danau di Palangka Raya. Sehingga populasi ikan tetap terjaga dan masyarakat dapat terus menangkap ikan, baik untuk dikonsumsi maupun dijual.
"Tapi masyarakat harus ingat untuk menangkap ikan sesuai kebutuhan saja, jangan berlebihan demi menjaga kelestarian lingkungan dan habitat ikan," pungkasnya.
Reporter:Novita/Editor:Ais