
WASHINGTON (Lenteratoday) - Kunjungan Presiden Rusia ke Korea Utara membutikan kerjasama kedua negara tersebut semakin erat. Hal ini menjadikan Departemen Pertahanan AS, Pentagon, menyuarakan keprihatinannya.
"Kerja sama yang semakin erat antara Rusia dan DPRK (Republik Demokratik Rakyat Korea, nama resmi Korea Utara) merupakan sesuatu yang harus menjadi perhatian, terutama bagi siapa saja yang tertarik untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea," kata juru bicara Pentagon Mayjen Pat Ryder kepada wartawan pada Selasa (18/6/2024)
Dalam kesempatan itu, Ryder juga menyatakan bahwa apa yang terjadi antara Rusia dengan Korea Utara ini juga perlu menjadi perhatian bagi mereka yang mendukung rakyat Ukraina yang terus melanjutkan upaya mereka untuk berperang melawan agresi Rusia.
"Anda sangat menyadari bahwa DPRK memberikan amunisi dan senjata ke Rusia yang dapat membantu mereka melanjutkan perang ilegal dan tidak beralasan terhadap rakyat Ukraina, jadi ini adalah sesuatu yang akan terus kami awasi," papar Ryder.
Dia mengatakan fokus AS di kawasan Indo-Pasifik dan Semenanjung Korea adalah bekerja sama dengan sekutu dan mitra untuk mendorong perdamaian, stabilitas dan keamanan di kawasan.
Juru bicara Gedung Putih Karine Jean-Pierre secara terpisah menggemakan pula isi dari komentar Ryder mengenai kerja sama antara Rusia dan Korea Utara. (*)
Sumber : Antara | Editor : Lutfiyu Handi