
SURABAYA (Lenteratoday) - Sejak 2023 hingga Juni 2024 ini, perusahaan otomotif asal AS Tesla Inc secara total telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 121 ribu karyawan. Mengutip CNBC Internasional, jumlah karyawan yang di-PHK tersebut mencapai lebih dari 14 persen dari total pekerja.
Langkah pemangkasan ribuan karyawan itu rata-rata diumumkan langsung oleh CEO Tesla, Elon Musk, melalui e-mail. Selain itu, Musk juga mengumumkan kepada para karyawannya bahwa selama beberapa pekan ke depan, Tesla akan melakukan tinjauan komprehensif untuk memberikan hibah opsi saham kepada karyawan yang memiliki kinerja sangat baik.
Pengumuman PHK terbaru dari Tesla terjadi pada April lalu. Saat itu, Musk mengirimkan e-mail yang memberi tahu karyawan bahwa perusahaan akan memangkas lebih dari 10 persen stafnya.
Di satu sisi, Musk menargetkan memangkas karyawan hingga 20 persen. Ia juga mengindikasikan jumlahnya bisa lebih besar lagi.
Musk mengatakan saat ini saatnya untuk mengatur ulang perusahaan untuk fase pertumbuhan berikutnya.
Langkah PHK diambil seiring dengan penurunan penjualan produk Tesla. Penurunan penjualan mobil listrik Tesla tak lepas dari persaingan di China. Selain itu, penurunan penjualan produk Tesla juga buntut memburuknya citra perusahaan imbas perkataan kasar Musk soal politik.
Bisa dilihat untuk kuartal pertama tahun ini, Tesla melaporkan penurunan pendapatan tahunan sebesar 9 persen. Ini adalah penurunan terbesar sejak 2012.
Sementara, di seluruh industri otomotif, pertumbuhan penjualan kendaraan listrik melambat tahun ini. Padahal, dua tahun sebelumnya industri ini mengalami ekspansi pesat.
Lesunya industri otomotif, berdampak sangat parah bagi Tesla. Para karyawan Tesla mengaku khawatir PHK bakal terus berlanjut. Nasib mereka ditentukan oleh tingkat penjualan Tesla di kuartal kedua tahun ini. (*)
Sumber :CNNIndonesia | Editor : Lutfiyu Handi